Mendidik anak untuk lebih tangguh, sudah menjadi PR bagi setiap orang tua. Mengingat, hidup tak selalu berjalan mulus dan akan selalu ada tantangan di depan yang siap menghadang. Dengan membangun karakter tangguh, si kecil akan lebih siap menghadapi berbagai rintangan yang muncul dalam keseharian.
Menukil dari laman CNBC Make It, seorang psikolog anak bernama dr. Tovah Klein mengungkap, ketangguhan bukanlah sifat bawaan, tetapi kemampuan yang dapat dikembangkan seiring waktu. Ketangguhan sendiri mencakup kemampuan untuk beradaptasi, fleksibel, dan menghadapi berbagai situasi dengan sikap terbuka.
Dalam sebuah penelitian, sejumlah ahli mengatakan, ada baiknya orang tua membantu anak untuk mengasah keterampilan tangguh. Sebab, anak yang tangguh cenderung memiliki kepercayaan diri untuk bangkit kembali dari kegagalan dan motivasi diri untuk terus mengambil risiko yang diperlukan.
“Kita ingin anak-anak mampu menghadapi hal-hal sulit atau menantang atau hal-hal buruk dalam hidup yang menghampiri mereka. Merasa bahwa mereka mampu mengatasinya dan ada seseorang yang siap membantu,” ujar dr. Klein.
Berikut lima kunci sukses membesarkan anak untuk lebih tangguh menurut dr. Klein dalam bukunya, “Raising Resilience”, seperti dikutip dari laman CNBC Make It.
1. Membangun Kepercayaan
Salah satu aspek terpenting dari hubungan anak dan orang tua adalah kepercayaan, kata Klein. Begitu anak percaya bahwa orang tua akan selalu ada untuknya, memberikan dukungan apapun yang terjadi, mereka dapat mengembangkan rasa percaya diri untuk percaya pada diri mereka sendiri dan orang lain.
Meskipun membangun kepercayaan butuh waktu, prosesnya sering kali lebih cepat di saat-saat sulit, seperti saat harus memarahi anak karena tidak mematuhi aturan tetapi meyakinkan mereka bahwa kamu tetap mencintai mereka.
“Apa yang dipelajari anak-anak adalah, ’Oh, kita bisa berpisah, kita bisa kembali bersama, dan itu sebenarnya membangun kepercayaan. Anak-anak menyadari, ‘mereka akan mencintaiku bahkan saat aku terjatuh, bahkan saat aku tidak mendengarkan,’” kata Klein.
Mengajarkan anak bahwa mereka dapat bergantung pada orang tua bahkan di saat-saat yang paling sulit, akan membantu mereka tetap kuat saat menghadapi kesulitan di masa mendatang.