Bulan puasa sering menjadi momen bagi banyak orang untuk memperbaiki pola makan sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Namun, perubahan jadwal tidur dan makan selama Ramadan kerap membuat metabolisme terasa melambat dan tubuh mudah lemas di pagi hingga siang hari.

Padahal, proses pembakaran lemak tidak bergantung pada olahraga berat atau minuman khusus. Metabolisme justru mulai bekerja sejak jam-jam pertama setelah bangun tidur.

Tubuh mengikuti jam biologis alami, dan kebiasaan pagi dapat menentukan bagaimana energi digunakan sepanjang hari, termasuk saat berpuasa.

Metabolisme bukan sekadar soal cepat atau lambat membakar kalori, tetapi tentang seberapa efisien tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Hormon seperti kortisol, insulin, dan melatonin bekerja dalam ritme yang teratur. Jika kebiasaan pagi selaras dengan ritme ini, tubuh dapat mempertahankan energi lebih stabil sekaligus membantu pembakaran lemak selama puasa.

Dan, berikut 5 kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga metabolisme tetap optimal selama bulan puasa.

1. Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi Setelah Subuh

Selama Ramadan, banyak orang bangun lebih awal untuk sahur dan salat Subuh. Waktu setelah Subuh sebenarnya menjadi kesempatan ideal untuk mendapatkan paparan sinar matahari pagi.

Sinar matahari membantu mengatur jam biologis tubuh atau ritme sirkadian. Ketika cahaya pagi mengenai mata, otak menerima sinyal untuk mengatur hormon yang berperan dalam rasa lapar, energi, dan kualitas tidur.

Paparan cahaya pagi juga membantu menstabilkan hormon kortisol yang secara alami meningkat setelah bangun tidur untuk menyediakan energi. Ritme yang stabil membantu tubuh mengelola gula darah dengan lebih baik dan mengurangi kecenderungan penyimpanan lemak berlebih.

Cukup luangkan waktu sekitar 10–20 menit di teras rumah, halaman, atau dekat jendela terbuka. Kebiasaan ringan ini dapat membantu tubuh tetap segar meski tidak makan hingga waktu berbuka.

2. Minum Air yang Cukup Setelah Sahur

Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama lebih dari 12 jam. Karena itu, asupan air saat sahur menjadi sangat penting untuk menjaga metabolisme tetap bekerja dengan baik sepanjang hari.

Dehidrasi ringan dapat memperlambat reaksi metabolisme dan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah. Minum air yang cukup setelah bangun tidur dan sebelum imsak membantu menggantikan cairan yang hilang selama tidur.

Air juga membantu meningkatkan aliran darah dan mendukung penggunaan lemak sebagai sumber energi saat tubuh tidak menerima makanan selama puasa.

Idealnya, awali sahur dengan satu hingga dua gelas air putih sebelum minum teh atau kopi. Cara ini membantu tubuh beradaptasi lebih baik terhadap puasa sepanjang hari.

Baca Juga: 8 Buah Kering Terbaik untuk Meningkatkan Imunitas Selama Puasa Ramadan