Nama Bahlil Lahadalia kembali menjadi sorotan publik. Selain karena posisinya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), belakangan Bahlil juga ramai diperbincangkan di media sosial usai muncul lagu viral bertajuk “MBG” (Mas Bahlil Ganteng) yang memancing berbagai reaksi warganet.
Di tengah tingginya perhatian publik tersebut, profil harta kekayaan Bahlil turut menjadi perhatian. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikutip Olenka pada Senin (25/05/2026), total kekayaan Bahlil pada periode pelaporan 2023 mencapai sekitar Rp310,42 miliar. Laporan itu disampaikan pada 1 April 2024.
Baca Juga: Daftar Menteri Terkaya di Kabinet Merah Putih, Didominasi Pengusaha dan Pemilik Investasi Besar
Sebagian besar kekayaan Bahlil berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp291,6 miliar. Properti tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Jayapura, Jakarta Selatan, Gianyar, Sleman, hingga Sragen.
Selain properti, Bahlil tercatat memiliki kas dan setara kas senilai sekitar Rp17 miliar, serta surat berharga sekitar Rp1,6 miliar.
Sementara itu, nilai aset kendaraan yang dilaporkan relatif kecil dibandingkan total kekayaannya, yakni sekitar Rp98,4 juta. Dalam laporan yang sama, Bahlil juga tercatat tidak memiliki utang.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Datangi Kantor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Bahas Apa?
Jika ditarik ke belakang, kekayaan Bahlil menunjukkan tren peningkatan sejak awal menjabat sebagai Kepala BKPM pada 2019. Saat itu, total hartanya berada di kisaran Rp295 miliar, sebelum meningkat secara bertahap hingga menembus Rp310 miliar pada laporan terbaru.
Sebelum masuk kabinet pemerintahan, Bahlil dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, perkebunan, hingga pertambangan. Latar belakang bisnis tersebut disebut menjadi salah satu sumber utama kekayaannya.