Aktivitas anak yang semakin sering di luar rumah dinilai dapat meningkatkan risiko penularan virus di lingkungan keluarga. Anak yang berinteraksi di sekolah, tempat bermain, maupun ruang publik berpotensi membawa virus ke rumah dan menularkannya kepada anggota keluarga lain, terutama lansia.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan edukasi kesehatan mengenai pentingnya vaksin dewasa dan vaksin EV71 HFMD untuk perlindungan keluarga yang digelar di Mandaya Royal Hospital Puri, Jakarta pada Jumat (29/05/2026).
Spesialis Anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A., mengatakan anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi virus karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna.
“Anak-anak terutama yang usianya di bawah 5 tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang atau belum sempurna. Hal ini membuat mereka menjadi kelompok yang sangat rentan tertular infeksi virus influenza,” ujar dr. Handayani.
Menurut dia, kondisi tersebut sering kali tidak disadari orang tua. Anak yang tampak hanya mengalami gejala ringan seperti batuk dan pilek dapat menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga lain di rumah.
Ia menjelaskan, anak yang pulang dari sekolah atau tempat bermain berpotensi membawa virus dan menularkannya kepada anggota keluarga lanjut usia yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah.
Baca Juga: Jalankan Rekomendasi WHO, Anak Usaha Kalbe Siapkan Vaksin Influenza Trivalen
“Sering kali anak-anak yang pulang dari sekolah membawa virus, lalu menularkannya kepada kakek neneknya di rumah yang merupakan kelompok lansia. Jadi dengan divaksin, kita melindungi seluruh anggota keluarga,” katanya.
Selain anak-anak, lansia juga menjadi kelompok yang rentan mengalami komplikasi akibat infeksi virus, termasuk influenza. Risiko tersebut meningkat seiring menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat pertambahan usia.
Spesialis Penyakit Dalam Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD., mengatakan vaksinasi tahunan menjadi langkah penting untuk membantu mencegah komplikasi serius pada lansia maupun individu dengan penyakit penyerta (komorbid).
Baca Juga: 3 Alasan Vaksin Campak pada Anak Harus Diberikan Lebih dari Sekali
“Influenza dapat memicu komplikasi yang serius. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah pneumonia, yaitu infeksi paru-paru berat yang menyebabkan sesak napas dan bahkan bisa berujung pada gagal napas hingga kematian,” ujarnya.
Selain influenza, masyarakat juga diedukasi mengenai pentingnya vaksin EV71 untuk membantu mencegah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura, yang pada kondisi tertentu dapat menimbulkan komplikasi pada anak.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa vaksinasi bukan hanya bentuk perlindungan individu, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga lintas generasi.