Growthmates, memasuki awal 2026, banyak orang kembali menetapkan resolusi, mulai dari pengembangan diri, pencapaian karier, hingga keinginan untuk hidup lebih sehat. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, tantangan terbesarnya bukan sekadar membuat resolusi, melainkan konsisten menjalaninya.

Dalam urusan kesehatan, terutama pola makan, mengikuti tren diet yang silih berganti atau tips ekstrem yang viral bukanlah solusi jangka panjang.

Dikutip dari TOI, Kamis (8/1/2026), Nmami Agarwal, ahli gizi ternama sekaligus pendiri NmamiLife, justru menekankan pentingnya kebiasaan nutrisi yang sederhana, realistis, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kesempurnaan bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah melakukan hal yang benar secara konsisten, hari demi hari.

Melalui pengalaman dan pendekatan berbasis sains, Agarwal merangkum empat aturan nutrisi dasar yang dapat membantu meningkatkan energi, pencernaan, daya tahan tubuh, hingga metabolisme. Aturan ini bukan larangan kaku, melainkan fondasi sehat yang bisa diterapkan siapa saja, tanpa memandang usia maupun tujuan kesehatan.

1. Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan

Pesan utama Agarwal untuk 2026 sangat jelas, yakni kesehatan dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin, bukan dari upaya ekstrem sesaat.

Alih-alih terus berganti diet atau tergoda solusi instan, fokuslah pada kebiasaan harian yang mudah dilakukan dan bisa dipertahankan.

Berbagai penelitian nutrisi juga mendukung hal ini. Pola makan jangka panjang jauh lebih berpengaruh dibandingkan pembatasan ketat selama beberapa minggu.

Perubahan nyata mulai dari peningkatan energi, pencernaan yang lebih baik, kualitas tidur, hingga perbaikan hasil pemeriksaan kesehatan, akan terasa ketika kebiasaan sehat dijalani secara konsisten, meski tidak selalu sempurna.

2. Buat Makanan Seimbang, Bukan Sekadar Mengenyangkan

Merasa kenyang belum tentu berarti tubuh mendapat nutrisi yang cukup. Agarwal menekankan pentingnya keseimbangan dalam setiap porsi makan, seperti protein, lemak sehat, serat, dan karbohidrat kompleks.

Mengandalkan makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan seperti roti putih dan camilan manis memang cepat mengenyangkan, tetapi dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis. Akibatnya, tubuh mudah lelah, suasana hati memburuk, dan keinginan makan manis kembali muncul.

Sebagai solusi, tambahkan sumber protein seperti telur, lentil, buncis, atau produk susu, serta perbanyak sayuran dan biji-bijian utuh.

Kombinasi ini membantu menjaga energi tetap stabil, mendukung metabolisme, dan menurunkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2.

Baca Juga: 7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Usus yang Bisa Anda Tambahkan ke Diet di Tahun 2026

3. Jangan Hanya Andalkan Tes Darah Dasar

Banyak orang merasa tenang ketika hasil tes darah rutin terlihat normal. Namun, menurut Agarwal, hal ini belum tentu mencerminkan kondisi nutrisi sebenarnya.

Contohnya, kadar hemoglobin yang normal tidak selalu berarti cadangan zat besi tubuh mencukupi. Di sinilah peran feritin menjadi penting.

Jika Anda sering merasa lelah, lemas, atau mengalami gangguan pencernaan meski hasil pemeriksaan dasar tampak baik, bisa jadi tubuh mengalami kekurangan nutrisi tertentu.

Memeriksa kadar vitamin, profil kolesterol, hingga penanda peradangan dapat membantu menemukan akar masalah yang selama ini tersembunyi.

4. Rawat Kesehatan Usus dengan Variasi Makanan

Kesehatan usus masih menjadi topik hangat, tetapi Agarwal mengingatkan bahwa solusi tidak cukup hanya dengan mengonsumsi probiotik atau yogurt. Kunci utama kesehatan usus justru terletak pada variasi makanan.

Bakteri baik di usus berkembang sesuai dengan apa yang kita konsumsi. Semakin beragam makanan mulai dari buah, sayur, biji-bijian, hingga sumber protein, semakin sehat dan seimbang mikrobiota usus.

Dampaknya tidak hanya pada pencernaan, tetapi juga pada sistem imun dan kesehatan mental.

Baca Juga: Ini Jenis Susu Terbaik untuk Diet, Kata Ahli Gizi Bisa Bakar Lemak Lebih Cepat