Perubahan besar terjadi pada gaya hidup masyarakat setelah bertahun-tahun dipaksa hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Melawan keterbatasan, gaya hidup aktif terus menggaung hingga menjelma sebagai identitas baru masyarakat urban.
Hiruk pikuk dunia mendadak sunyi tatkala virus itu datang dan menyebar dengan begitu masifnya. Sejak dilaporkan pertama kali di China pada akhir tahun 2019, badai pandemi Covid-19 mengubah kehidupan masyarakat dunia. Pembatasan demi pembatasan diberlakukan, mulai dari lingkup kecil hingga lockdown antarnegara, termasuk Indonesia.
Selama bertahun-tahun itu pula, masyarakat dipaksa hidup berdampingan dengan virus Covid-19 yang menjadikannya tak lagi leluasa berinteraksi dan beraktivitas sebagaimana mulanya. Mobilitas dibatasi, pertemuan tatap muka diminimalisasi, hingga kemudian membuat sebagian besar waktu dihabiskan di rumah saja.
Baca Juga: Seni Menemukan Diri Lewat Olahraga: Bergerak dan Berekspresi dengan Penuh Percaya Diri
Untuk mengurangi rasa bosan dan kecemasan akibat hanya berdiam diri di rumah, sebagian masyarakat mulai berusaha membangun rutinitas sehari-hari yang lebih produktif dan menyenangkan. Salah satunya, masyarakat memulai aktivitas olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh supaya kebal terhadap serangan virus Covid-19.
Fenomena demikian tergambar dalam survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Kependudukan LIPI (kini BRIN) pada tahun 2020 silam, di mana 1 dari 5 orang yang sebelumnya tidak berolahraga, memulai kebiasaan berolahraga selama pandemi. Sejak saat itu, tren olahraga terus berkembang dan melahirkan apa yang disebut sport enthusiast generasi pandemi.
Gaya Hidup Aktif Jadi Identitas Baru Masyarakat Urban
Selayaknya sebuah metamorfosis, pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup masyarakat ke fase yang baru. Perubahan inilah yang juga disaksikan betul olah sang legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki.
Ketika ruang gerak menjadi terbatas, olahraga menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk terus bergerak. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berlari, hingga berolahraga raket mulai dibangun sebagai bagian dari keseharian.
“Ketika pandemi Covid, orang merasa ketakutan (untuk berinteraksi), mereka bingung mau ke mana dan apa yang mereka bisa lakukan. Dan salah satu yang safe untuk dilakukan adalah olahraga,” ungkap Yayuk Basuki di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menguatkan pernyataan Yayuk Basuki, Nucha Bachri yang dikenal sebagai figur publik ini juga mengamini bahwa kebiasaan untuk berolahraga tumbuh subur selama pandemi berlangsung.
Kepada Olenka, Nucha bercerita bahwa pandemi Covid-19 menjadi momentum penting baginya untuk bisa aktif berolahraga. Ia butuh untuk terus bergerak di tengah berbagai pembatasan yang ada. Hingga kemudian, pilihannya jatuh pada olahraga tenis yang ia geluti selama empat tahun terakhir.

“Saya main tenis sejak pandemi, sekitar tahun 2022. Waktu itu saya berpikir lagi Covid, mau olahraga apa ya biar tetap gerak, jadi saya coba tenis dan ternyata suka sampai sekarang sudah empat tahunan ya,” ungkap Nucha Bachri dalam wawancara bersama Olenka, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Seperti halnya Nucha, perubahan gaya hidup aktif di kalangan masyarakat urban terus berlanjut sampai pandemi mereda. Bagi masyarakat urban yang kembali menjalani rutinitas dengan mobilitas tinggi, kebutuhan untuk tetap aktif semakin tinggi.
Bahkan, kesibukan pekerjaan, waktu perjalanan, hingga tuntutan kehidupan sosial membuat olahraga perlahan bergeser dari yang awalnya hanya sebagai aktivitas tambahan menjadi mandatori gaya hidup sehari-hari.
Kondisi tersebut selaras dengan laporan survei Jakpat (April 2024) terhadap 4.477 responden Indonesia yang menunjukkan bahwa olahraga dan pola hidup sehat semakin menjadi bagian dari rutinitas, termasuk untuk mendukung kesehatan fisik dan mental. Pergeseran gaya hidup masyarakat urban tersebut juga tercermin dari semakin beragamnya pilihan aktivitas fisik, seperti lari, gym, bersepeda, tenis, padel, golf hingga berbagai aktivitas outdoor lainnya.
Menariknya, olahraga juga menjadi sesuatu yang semakin lekat dengan aspek sosial. Lebih dari sekadar tempat aktivitas fisik, lapangan olahraga kini menjelma sebagai ruang untuk bertemu komunitas, membangun relasi, maupun sekadar menikmati waktu bersama teman.
Harmonisasi Teknologi dan Gaya Hidup Aktif
Bersamaan dengan semakin meningkatnya tren gaya hidup aktif masa kini, kebutuhan masyarakat urban terhadap produk olahraga ikut berkembang. Masyarakat kini tak hanya mencari produk yang mampu menunjang aktivitas fisik, tetapi juga mempertimbangkan harmonisasi antara kenyamanan, teknologi, desain, hingga bagaimana produk tersebut dapat menunjang penampilan sehari-hari.
Maka tak heran, data survei lanjutan Jakpat terhadap 3.934 responden yang aktif berolahraga mengungkapkan bahwa penggunaan smartwatch, aplikasi olahraga, apparel, serta partisipasi dalam komunitas olahraga telah menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup aktif. Fenomena ini kemudian lebih dikenal sebagai tren active lifestyle dan athleisure, yakni ketika apparel tidak lagi digunakan hanya ketika berolahraga, tetapi menjadi bagian dari fashion.
Berkenaan dengan hal itu, Yayuk Basuki yang juga dikenal sebagai olympian tenis Indonesia ini menilai bahwa tren active lifestyle dan athleisure ini menjadi ceruk kebutuhan konsumen yang perlu didukung oleh ekosistem bisnis. Ia menyebut, Erajaya Group menjadi salah satu ekosistem bisnis yang mampu menangkap peluang tersebut sekaligus turut menghidupkan kembali iklim olahraga di Tanah Air.

“Saya kenal Erajaya Group sudah lama, tetapi memang baru beberapa tahun terakhir mereka (Erajaya) masuk ke sport. Jadi memang sempat ada momen kondisi olahraga di Indonesia itu menurun, tapi kemudian diambillah (peluang) itu oleh Erajaya. Dan akhirnya ada momentum mendorong olahraga saat ini menjadi bagian dari lifestyle,” pungkas Yayuk Basuki dalam wawancara bersama Olenka di Jakarta.
Lebih lanjut, Yayuk Basuki mengatakan bahwa masyarakat bisa dengan mudah menemukan berbagai kebutuhan olahraga di ekosistem bisnis Erajaya Group.
“Masyarakat tinggal memilih mau lari, tenis, golf, semua ada. Jadi itu yang menurut saya bagusnya Erajaya bisa mengambil momentum tersebut, terutama di tenis dan padel,” kata Yayuk menambahkan.
30 Tahun Erajaya Group
Pengalaman mendapatkan berbagai kebutuhan olahraga dan lifestyle dengan mudah dalam ekosistem bisnis Erajaya Group tak lepas dari langkah strategi perusahaan yang dimulai sejak empat tahun silam.
Tepat pada September 2022, Erajaya Group memulai transformasi bisnis dengan mendirikan empat lini bisnis vertikal utama, yakni Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, Erajaya Beauty and Wellness, dan Erajaya Food and Nourishment.
Seperti namanya, Erajaya Active Lifestyle menjadi perpanjangan tangan Erajaya Group untuk menghadirkan berbagai pilihan produk yang berkaitan dengan active lifestyle, mulai dari sport fashion apparel, aksesori, perangkat IoT, hingga produk untuk aktivitas olahraga dan luar ruang lain.

“Saya bisa katakan bahwa ini bukti kepekaan Erajaya soal who can smell the business ya,” pungkas Yayuk Basuki.
Dalam sebuah kesempatan di gelaran Fortune Indonesia Summit 2025, Hasan Aula selaku Vice President Director Erajaya Group menyampaikan bahwa diversifikasi ke empat lini bisnis vertikal utama tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang Erajaya Group untuk menjadi pemain utama di industri smart-lifestyle Tanah Air.
“Ponsel bukan lagi hanya alat komunikasi, tetapi sudah menjadi way of life. Semua orang butuh dan semua aktivitas bisa dilakukan lewat ponsel. Maka dari itu, transformasi ke smart-lifestyle adalah langkah logis perusahaan,” tegas Hasan Aula.
Visi besar Erajaya Group untuk menjadi pemain utama di industri smart-lifestyle Indonesia tampaknya bukan suatu hal yang mustahil untuk direalisasikan. Pasalnya, agresivitas Erajaya Group dalam melakukan diversifikasi portofolio bisnis terus dijaga.
Misalnya saja, Erajaya Active Lifestyle merespons berbagai perkembangan gaya hidup masyarakat melalui diversifikasi portofolio yang semakin luas. Di dalam ekosistem Erajaya Active Lifestyle, terdapat sejumlah merek dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda, antara lain ASICS, Under Armour, ANTA, MST Golf, JD Sports, Garmin, Urban Republic dan Urban Adventure, hingga Wilson.
Diversifikasi tersebut menunjukkan bagaimana kebutuhan gaya hidup aktif tidak lagi berdiri pada satu kategori produk. Seorang pelari, misalnya, sepatu olahraga bukan satu-satunya kebutuhan penunjang, melainkan juga dapat menggunakan smartwatch untuk memantau aktivitas. Begitu pula untuk penggemar olahraga raket yang membutuhkan raket, sepatu, apparel hingga aksesori pendukung lainnya.
Adapun belum lama ini, Erajaya Active Lifestyle menegaskan komitmen dalam mendukung ekosistem racket sport, khususnya tenis melalui pengembangan Wilson di Indonesia. Secara resmi, Erajaya Active Lifestyle bersama Wilson membuka Wilson Brand House di Plaza Indonesia pada Rabu (9/9/2026). Gerai tersebut hadir dengan konsep yang menggabungkan produk, pengalaman mencoba produk, serta ruang komunitas. Produk yang tersedia juga terbilang lengkap, mulai dari raket, footwear, apparel hingga aksesori untuk tenis, padel serta pickleball.
“Menurut saya ini store Wilson ini salah satu yang paling besar di Jakarta dan koleksinya paling lengkap. Jadi banyak experience yang bisa didapat, buat lihat produknya seperti raket tenis yang tersedia jauh lebih banyak. Pilihan bajunya juga jauh lebih banyak,” imbuh Nucha Bachri kepada Olenka di sela peresmian Wilson Brand House tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Zahran Nugraha selaku Indonesia Retail Training Specialist Anta International mengungkapkan bahwa beragam pilihan apparel, mulai dari off court, on court, hingga to the court dapat dengan mudah ditemukan di Wilson Brand House Plaza Indonesia ini. Zahran juga menekankan bahwa hadirnya Wilson Brand House Plaza Indonesia juga sekaligus sebagai wujud kepekaan Wilson dalam membaca tren olahraga masyarakat urban saat ini.