Kenapa Banyak Orang Jadi Korban?
Sebagian besar penipuan memanfaatkan kondisi psikologis korban, seperti rasa panik, takut kehilangan promo (FOMO), atau khawatir paket tidak sampai tepat waktu. Dalam situasi tersebut, banyak orang langsung bereaksi tanpa sempat mengecek kebenaran informasi.
Karena itu, kewaspadaan tidak hanya soal mengenali modus, tetapi juga soal kebiasaan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Terapkan Prinsip “JEDA” Ini
JEDA bukan berarti menghentikan aktivitas, melainkan memberi waktu singkat untuk berpikir lebih jernih sebelum bertindak. Prinsip ini terdiri dari:
-
J — Jangan reaktif
-
E — Evaluasi informasi
-
D — Double-check
-
A — Ambil keputusan dengan tenang
Dengan langkah sederhana ini, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi, sekaligus meminimalkan risiko penipuan.
Menjelang Lebaran, menjaga kewaspadaan sama pentingnya dengan mempersiapkan kebutuhan hari raya. Dengan membiasakan diri untuk berhenti sejenak dan berpikir lebih kritis, aktivitas pun bisa dijalani dengan lebih aman, tenang, dan tetap terkendali.