Perayaan Hari Raya Idulfitri identik dengan beragam hidangan lezat, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue dan minuman manis. Namun, di balik momen kebersamaan tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga pola makan guna mencegah munculnya berbagai penyakit setelah Lebaran.
Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam secara berlebihan selama Lebaran dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, terlebih bagi individu yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Berikut beberapa penyakit yang kerap muncul usai Lebaran:
Baca Juga: 6 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Pertama, Sakit maag. Kondisi ini dapat terjadi akibat konsumsi makanan berlemak, pedas, serta porsi makan yang berlebihan. Gejalanya meliputi nyeri di ulu hati, mual, muntah, hingga sering bersendawa.
Kedua, Diare. Gangguan ini ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur cair. Diare umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan yang kurang higienis atau makanan yang mengiritasi lambung.
Ketiga, Hipertensi. Penderita tekanan darah tinggi perlu berhati-hati terhadap makanan tinggi garam dan minuman berkafein yang kerap disajikan saat Lebaran, karena dapat memicu lonjakan tekanan darah.
Baca Juga: 3 Modus Penipuan yang Marak Terjadi Jelang Lebaran, Hati-hati Ya!
Keempat, Asam urat. Konsumsi makanan tinggi gula dan purin seperti daging merah, sarden, atau udang dapat memicu kambuhnya asam urat, bahkan berisiko menyebabkan serangan yang lebih berat.
Kelima, Kolesterol tinggi. Makanan seperti gorengan, jeroan, dan makanan cepat saji yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah hingga serangan jantung.
Baca Juga: 7 Tips Mengatur Keuangan Setelah Lebaran agar Dompet Tak 'Kering'
Keenam, Diabetes. Penderita diabetes perlu membatasi asupan makanan dan minuman manis selama Lebaran agar kadar gula darah tetap stabil. Pengelolaan pola makan dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter menjadi hal penting.
Untuk mencegah berbagai penyakit tersebut, masyarakat dianjurkan mengontrol porsi makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta memilih minuman sehat seperti air kelapa atau jus buah. Selain itu, konsultasi dengan tenaga medis juga disarankan apabila mengalami keluhan kesehatan setelah Lebaran.
Dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat, momen Lebaran tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.