Kesehatan otot sering kali baru menjadi perhatian ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal, para ahli menegaskan bahwa menjaga massa dan kekuatan otot sebaiknya dimulai sejak usia produktif untuk mencegah risiko sarcopenia, yaitu kondisi hilangnya massa dan fungsi otot secara bertahap.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Respati, Sp.KO, menjelaskan bahwa sarcopenia tidak hanya menyebabkan penurunan kekuatan otot, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.
"Sarcopenia tidak hanya memengaruhi kekuatan otot, tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan sarcopenia memiliki kualitas hidup yang lebih rendah, termasuk keterbatasan aktivitas, penurunan mobilitas, hingga peningkatan kelelahan dan nyeri. Bahkan, risiko penurunan fungsi fisik dan kognitif dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan individu tanpa sarcopenia," jelas dr. Andhika pada Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: Olahraga Setiap Hari Tanpa Istirahat Bisa Merusak Otot? Ini Penjelasan Dokter Tirta
Menurutnya, salah satu langkah paling efektif untuk mencegah sarcopenia adalah rutin melakukan latihan kekuatan (resistance training) yang diimbangi dengan asupan protein yang cukup.
"Aktivitas seperti jalan kaki tetap penting untuk kesehatan kardiovaskular, tetapi belum cukup untuk mempertahankan massa otot. Latihan yang paling efektif adalah resistance training atau latihan beban. Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan kekuatan, tetapi menjaga fungsi dan kemandirian dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, menjaga otot adalah menjaga kualitas hidup," tambahnya.
Selain rutin berolahraga, pemenuhan kebutuhan protein harian juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan otot. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia 2019, kebutuhan protein harian minimal bagi orang dewasa usia 19–64 tahun mencapai 65 gram per hari untuk laki-laki dan 60 gram per hari untuk perempuan. Kebutuhan tersebut dapat meningkat pada individu yang aktif berolahraga.
Baca Juga: 6 Kiat Sederhana untuk Mempertahankan Massa Otot di Usia 40-an
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa protein berkualitas, seperti whey protein yang kaya leusin, dapat membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot apabila dikombinasikan dengan latihan beban secara rutin.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan otot inilah yang mendorong berbagai pihak menggelar program edukasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui HiLo Strong Fest 2026, festival olahraga yang diselenggarakan dalam rangka memperingati World Sarcopenia Day setiap 4 Juli.

Tahun ini, HiLo Strong Fest melibatkan lebih dari 8.000 peserta di 14 kota di Indonesia. Festival tersebut menghadirkan berbagai aktivitas olahraga, seperti Body Combat, Pilates, Barre, Poundfit, hingga Hybrid Fitness Race, yang bertujuan mengajak masyarakat mulai membiasakan latihan kekuatan sesuai minat masing-masing.
Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana, mengatakan kesehatan otot sebaiknya menjadi perhatian sejak usia produktif.
"Selama lebih dari dua dekade, HiLo telah menjadi bagian dari perjalanan hidup sehat masyarakat Indonesia. Melalui HiLo Strong Fest, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kesehatan otot bukan hanya isu bagi lansia, tetapi investasi yang perlu dimulai sejak usia produktif. Karena itu, selain aktif bergerak dan berolahraga, penting juga untuk memastikan asupan protein harian terpenuhi. Inilah semangat #NabungOtot yang kami usung, membangun kekuatan tubuh hari ini untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan," ujarnya.
Selain menghadirkan festival olahraga, HiLo juga menjalankan berbagai program edukasi mengenai pentingnya latihan beban dan pemenuhan protein, termasuk melalui kolaborasi dengan komunitas olahraga, tenaga kesehatan, guru pendidikan jasmani, hingga atlet.
Dalam kesempatan tersebut, HiLo juga memperkenalkan produk HiLo Clear Water Protein Peach sebagai salah satu pilihan minuman tinggi protein yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian masyarakat.
Melalui berbagai upaya edukasi tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa menjaga kesehatan otot bukan hanya penting bagi lansia, tetapi merupakan investasi kesehatan yang perlu dimulai sejak dini.