Investor legendaris, Warren Buffett, kembali mengingatkan para pelaku pasar agar tidak terlena dengan euforia investasi yang tengah berlangsung di Wall Street.

Menurutnya, sebagian pasar saham saat ini mulai kehilangan esensi sebagai tempat berinvestasi dan justru semakin menyerupai arena perjudian.

Peringatan tersebut disampaikan Buffett dalam wawancara bersama CNBC saat pertemuan tahunan Berkshire Hathaway.

Ia menilai, semakin banyak investor yang masuk ke pasar dengan tujuan mengejar keuntungan dalam waktu singkat, bukan membangun kekayaan melalui investasi jangka panjang.

"Kasino telah menjadi sangat menarik bagi orang-orang," kata Buffett.

Ia juga menegaskan bahwa praktik seperti membeli atau menjual opsi dengan jangka waktu satu hari tidak dapat dikategorikan sebagai investasi maupun spekulasi.

"Membeli atau menjual opsi satu hari bukanlah investasi, bukan spekulasi, melainkan perjudian," tegas Buffett.

Pernyataan Buffett muncul di tengah reli kuat pasar saham Amerika Serikat yang didorong oleh melonjaknya minat terhadap perusahaan-perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI), raksasa teknologi, hingga saham-saham yang bersifat spekulatif.

Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas perdagangan investor ritel, transaksi opsi jangka pendek, serta taruhan pada pergerakan saham tertentu semakin mendominasi pasar.

Fenomena tersebut memang mampu mendorong kenaikan harga sejumlah saham secara signifikan. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga meningkatkan kekhawatiran bahwa banyak investor mengambil risiko besar tanpa memahami potensi kerugian yang menyertainya.

Baca Juga: Tak Hanya Jago Investasi, Ini 4 Gaya Hidup Warren Buffett yang Patut Diteladani

Menurut CNBC, Buffett menilai, meningkatnya unsur perjudian di pasar keuangan dapat mengganggu pembentukan harga yang wajar sehingga semakin sulit menemukan perusahaan dengan valuasi yang benar-benar menarik untuk diinvestasikan.

Karena itu, ia mengingatkan investor agar tetap disiplin dan tidak mudah terbawa arus ketika mayoritas pelaku pasar hanya mengejar keuntungan instan.

Pesan tersebut sejalan dengan filosofi investasi Buffett yang telah ia pegang selama puluhan tahun.

Selama berbagai periode booming pasar sebelumnya, ia konsisten menekankan pentingnya memilih perusahaan berkualitas dengan fundamental yang kuat, arus kas yang sehat, manajemen yang baik, serta membeli saham pada harga yang masuk akal.

Meski telah mengundurkan diri sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025 setelah memimpin perusahaan selama sekitar enam dekade, pandangan Buffett masih menjadi acuan bagi investor global.

Sejak Januari 2026, posisi CEO Berkshire Hathaway dipegang oleh Greg Abel, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Berkshire Hathaway untuk operasi nonasuransi, sementara Buffett tetap menjabat sebagai ketua perusahaan.

Pengunduran dirinya dari posisi CEO tidak mengurangi perhatian publik terhadap pandangannya mengenai kondisi pasar.

Dan, komentar terbarunya menjadi pengingat bahwa di tengah tingginya antusiasme terhadap saham-saham AI dan perdagangan jangka pendek, investor tetap perlu mengutamakan analisis fundamental dibanding sekadar mengejar keuntungan cepat.

Baca Juga: Warren Buffett Setop Donasi ke Gates Foundation