Growthmates, membawa pekerjaan kantor ke rumah kerap menjadi pilihan ketika tuntutan pekerjaan belum selesai. Namun, kebiasaan tersebut dinilai perlu disikapi secara bijak agar batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap terjaga.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk periode 2017–2024, Vidjongtius, berpandangan bahwa pekerja sebaiknya tidak bersikap ekstrem dalam menyikapi persoalan pekerjaan yang dibawa hingga ke rumah.

Menurutnya, terlalu sering membawa pekerjaan ke rumah bukanlah kebiasaan yang ideal. Di sisi lain, memutus seluruh komunikasi terkait pekerjaan setelah meninggalkan kantor juga dinilai kurang bijak, terutama ketika terdapat situasi mendesak yang membutuhkan keputusan atau diskusi.

Vidjongtius mengatakan, dirinya pun pernah berada pada fase ketika pekerjaan cukup sering dibawa pulang, terutama saat masih berada di level manajerial.

“Saya termasuk yang tidak ekstrem lah ya. Waktu level-level manajer, saya rasanya banyak bawa pekerjaan pulang ke rumah. Tapi kalau saya lihat hari ini, waktu saya punya kesempatan menjadi direktur, mulai saya membatasi diri,” terang Vidjongtius, saat ditemui Olenka, di Jakarta, belum lama ini.

Seiring meningkatnya tanggung jawab sebagai direktur, Vidjongtius memilih untuk menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin di kantor.

Jika masih ada pekerjaan yang harus dituntaskan, ia lebih memilih menambah waktu kerja sebelum pulang.

“Kalau saya ada pekerjaan, saya akan lakukan di kantor. Mungkin tambah satu jam, atau mungkin tambah dua jam. Tapi setelah pulang, memang saya berusaha untuk tidak lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Vidjongtius, Sosok Penting di Balik Misi Penyelamatan Kalbe Farma Saat Krisis 1998