Desas-desus unjuk rasa besar-besaran pada Agustus 2026 ini belakangan ramai disorot publik. Isu itu mengemuka di tengah viralnya pengetahuan pengamanan dengan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan.
Bersamaan dengan itu video unjuk rasa besar-besaran juga mulai berseliweran di media sosial di mana narasi-narasi dalam video itu mengatakan aksi unjuk rasa itu luput dari liputan media massa arus utama.
Terkait hal itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta masyarakat untuk lebih bijak mengkonsumsi konten-konten media sosial yang tak jelas sumbernya. Dia mengatakan video-video demo itu adalah hoaks untuk memprovokasi masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir ini tak ada aksi unjuk rasa besar sebagaimana yang terjadi dalam video-video tersebut.
"Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia," kata Meutya Hafid dilansir Olenka.id Selasa (4/8/2027).
Meutya menegaskan video lama yang didaur ulang dengan narasi-narasi sesat dan disebarkan seolah-olah peristiwa baru dapat membentuk persepsi yang keliru, memperkeruh situasi, serta memicu disinformasi di ruang digital.
"Maka saya mengimbau, jangan menyebarkan informasi palsu dengan tujuan membuat ketakutan di tengah masyarakat menggunakan data yang tidak benar,” tegasnya.
Meutya kemudian meminta media massa arus utama untuk turut serta melawan hoaks yang menyesatkan itu. Media kata memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik melalui kerja jurnalistik yang mengedepankan verifikasi dan akurasi.
"Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Merasa Ada Upaya Goyang Pemerintah: Kritik Boleh, Tapi Jangan Fitnah dan Caci Maki!
“Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk," tambahnya memungkasi.