Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan bahwa siapapun yang lahir di Indonesia adalah warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Ia menilai, hal tersebut penting agar tidak lagi beranggapan bahwa kelompok tertentu lebih berhak memiliki Indonesia.

Baca Juga: Ahok Bongkar Siasat Jokowi di Pilkada DKI 2012: Saya Cuma 'Kartu Mati' untuk Singkirkan Sandiaga

"Jadi bukan karena ada ras tertentu saja atau agama tertentu saja yang lebih berhak memiliki Indonesia," ujarnya dalam Dialog Kebangsaan di Museum Hakka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), seperti dikutip Kamis (27/8/2026). 

Lebih lanjut, ia menilai persoalan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Baca Juga: Ahok Blak-blakan, Sebut Dirayu Buat Dukung Prabowo dengan Iming-iming Jabatan Menteri

Menurutya, ketika keadilan tidak ditegakkan, hingga masalah korupsi dan transparansi pajak, maka seluruh masyarakat dapat merasakan kekecewaan yang sama.

"Saya kira semua orang yang bayar pajak juga kecewa, gak suku agama ras apa isunya besok (27 Agustus 2026) demo besar kan? Ya semua orang kecewa lah kalau uang dikorupsi, seenak kita bayar pajak," terangnya.

Karena itu, Politisi PDIP ini berharap generasi muda dapat memahami bahwa seluruh kelompok masyarakat merupakan bagian yang setara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Jadi saya kira caranya begitu Tuhan nolong agar sejarah yang gak bisa dikubur, kebenaran gak bisa ditutupin," tukasnya.