5. Tidur tidak lagi terasa menyegarkan
Bangun beberapa kali di malam hari, sulit mempertahankan tidur, atau tetap merasa lelah setelah tidur semalaman bukan sesuatu yang selalu bisa dianggap sebagai konsekuensi kesibukan.
Stres, perubahan hormon, gangguan tidur seperti sleep apnea, hingga kondisi medis tertentu dapat memengaruhi kualitas tidur.
Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus dan mulai memengaruhi aktivitas pada siang hari, mencari tahu penyebabnya akan jauh lebih bermanfaat daripada sekadar menerima kondisi tersebut sebagai ‘memang sudah umur 40-an’.
6. Kelelahan berlangsung terus-menerus
Merasa lelah setelah menjalani minggu yang padat tentu wajar. Namun, kelelahan yang berlangsung selama berbulan-bulan tanpa penyebab yang jelas merupakan kondisi yang berbeda.
Berbagai faktor dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan, mulai dari anemia, gangguan tiroid, kekurangan nutrisi, diabetes, gangguan tidur, hingga stres kronis.
Jika tidur dan istirahat tidak lagi mampu mengembalikan energi, kondisi tersebut layak diperiksakan. Memaksakan diri untuk terus beraktivitas bukan selalu solusi.
7. Siklus menstruasi dan gejala menopause mulai berubah
Bagi sebagian wanita, perubahan hormonal menjelang menopause atau perimenopause dapat mulai terjadi pada usia 40-an.
Siklus menstruasi dapat menjadi lebih tidak teratur. Sebagian wanita juga mengalami hot flashes atau sensasi panas yang muncul tiba-tiba, gangguan tidur, serta perubahan suasana hati.
Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan sehari-hari. Menopause juga berhubungan dengan perubahan kesehatan tulang dan sistem kardiovaskular, sehingga penting bagi wanita untuk memahami perubahan tubuhnya dan mendiskusikannya dengan dokter bila diperlukan.
8. Nyeri lebih sering muncul dan bertahan lebih lama
Tubuh yang terasa kaku setelah seharian beraktivitas memang cukup umum. Namun, rasa sakit yang terus berulang, semakin berat, atau sampai membatasi gerakan sebaiknya tidak terus-menerus diabaikan.
Penurunan kekuatan otot, cedera lama, postur tubuh, hingga kondisi seperti osteoartritis dapat berperan terhadap munculnya nyeri.
Menganggap nyeri sebagai 'hal biasa karena usia' dan membiarkannya selama bertahun-tahun justru dapat membuat aktivitas fisik semakin terbatas.
9. Brain fog semakin sering terjadi
Sesekali lupa nama seseorang atau lupa menaruh barang merupakan hal yang bisa dialami siapa saja.
Namun, jika seseorang mulai terus-menerus kesulitan berkonsentrasi, mengingat informasi, atau merasa kemampuan berpikirnya tidak setajam sebelumnya, perubahan tersebut patut diperhatikan.
Kurang tidur, stres, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu dapat memengaruhi konsentrasi dan daya ingat.
Jika ‘kabut otak’ berlangsung terus-menerus, semakin mengganggu aktivitas, atau cenderung memburuk, konsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan penyebabnya.
10. Perubahan kecil mulai membentuk pola
Satu perubahan tubuh tidak selalu berarti ada penyakit. Namun, ketika beberapa perubahan muncul bersamaan dan terus terjadi, kondisinya perlu dilihat secara lebih menyeluruh.
Misalnya, lingkar pinggang yang terus bertambah disertai tekanan darah yang meningkat, tubuh mudah lelah, kualitas tidur memburuk, atau kekuatan fisik menurun.
Pola seperti ini lebih penting untuk diperhatikan daripada hanya melihat satu gejala secara terpisah.
Baca Juga: Dari Gula Darah hingga Fungsi Hati, Ini 5 Cek Kesehatan yang Wajib Dilakukan di Usia 30an