Growthmates, memasuki usia 40 tahun bukan berarti tubuh tiba-tiba mengalami penurunan. Namun, dekade ini sering menjadi fase ketika berbagai perubahan yang sebelumnya hanya terasa sementara mulai muncul lebih konsisten.

Lingkar pinggang yang perlahan melebar meski berat badan relatif sama, tubuh yang lebih mudah lelah, tidur yang tidak lagi terasa menyegarkan, hingga kemampuan berkonsentrasi yang menurun kerap dianggap sebagai konsekuensi alami dari bertambahnya usia. Padahal, sejumlah perubahan tersebut bisa menjadi sinyal yang perlu diperhatikan.

Dr. Vishwas K., Dokter Konsultan Penyakit Dalam di HOSMAT Hospitals, mengatakan usia 40 tahun sebaiknya menjadi momentum untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh, bukan justru membuat seseorang merasa takut dengan proses penuaan.

“Menginjak usia 40 tahun bukan berarti kondisi tubuh Anda tiba-tiba mulai menurun. Namun, sering kali ini adalah dekade di mana perubahan-perubahan kecil yang sebelumnya mudah diabaikan saat Anda berusia 20-an dan 30-an mulai menjadi lebih signifikan,” bebernya.

Menurutnya, yang penting adalah tidak panik menghadapi perubahan tubuh, tetapi juga tidak buru-buru menganggap semuanya sebagai bagian normal dari penuaan.

Dan, dikutip dari Times of India, Selasa (1/9/2026), berikut sejumlah perubahan tubuh setelah usia 40 tahun yang sebaiknya tidak diabaikan.

1. Lingkar pinggang bertambah meski berat badan tetap

Angka timbangan bukan satu-satunya indikator perubahan komposisi tubuh. Seiring bertambahnya usia, seseorang dapat mengalami peningkatan lemak tubuh, terutama di sekitar perut.

Lemak viseral yang menumpuk di sekitar organ dalam diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kardiometabolik. Pada wanita, perubahan hormon menjelang menopause juga dapat memengaruhi distribusi lemak.

Karena itu, celana yang tiba-tiba terasa semakin sempit di bagian pinggang bukan sesuatu yang sepenuhnya boleh diabaikan.

2. Kekuatan tubuh perlahan menurun

Kesulitan mengangkat barang yang sebelumnya terasa ringan, lebih sulit naik tangga, atau membutuhkan tenaga lebih besar untuk bangkit dari lantai dapat menjadi tanda adanya penurunan kekuatan otot.

Massa dan kekuatan otot memang cenderung berkurang secara bertahap seiring bertambahnya usia. Namun, aktivitas fisik, terutama latihan kekuatan secara rutin, dapat membantu mempertahankan fungsi otot.

Tujuannya bukan untuk memiliki tubuh seperti atlet atau binaragawan, melainkan memastikan aktivitas sehari-hari tetap dapat dilakukan dengan nyaman dan mandiri.

3. Tekanan darah meningkat tanpa gejala

Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai kondisi yang ‘diam-diam’ karena seseorang bisa saja tidak merasakan gejala apa pun meskipun tekanan darahnya berada di atas batas normal.

Itulah sebabnya, merasa sehat tidak selalu berarti tekanan darah berada dalam kondisi ideal.

Memasuki usia 40 tahun, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi semakin penting. Jika hasilnya berulang kali tinggi, jangan hanya menganggapnya sebagai efek stres atau usia.

4. Gula darah dan kolesterol berubah tanpa disadari

Perubahan metabolisme juga dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala yang jelas.

Kadar gula darah, trigliserida, dan kolesterol dapat berubah meski seseorang merasa sehat dan tidak mengalami keluhan tertentu. Trigliserida tinggi maupun kadar kolesterol HDL yang rendah, misalnya, umumnya tidak menimbulkan gejala spesifik.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mendeteksi perubahan tersebut lebih awal, sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Olahraga untuk Usia 40-an, Tetap Bugar dan Kurangi Risiko Penyakit