Momen Lebaran selalu identik dengan kebersamaan dan aneka hidangan lezat yang menggoda. Namun, di balik suasana hangat tersebut, terdapat tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan.

Dokter Penyakit Dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP., mengingatkan bahwa pola hidup sehat yang telah dibangun selama Ramadan sebaiknya tidak ditinggalkan begitu saja setelah hari raya.

dr. Ari menekankan pentingnya mempertahankan kebiasaan baik yang sudah terbentuk selama berpuasa.

“Kita mesti benar-benar menjaga apa-apa yang sudah berhasil kita raih pada saat Ramadan ini agar bisa kita pertahankan pada saat pasca-Lebaran nanti,” tuturnya, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (24/3/2026).

Menurut dr. Ari, tantangan terbesar justru muncul saat Lebaran, ketika berbagai makanan tinggi kolesterol seperti gulai bersantan, kue berbahan kuning telur, hingga minuman manis tersaji melimpah di meja makan.

Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada dalam mengatur pola makan. Ia mengingatkan agar frekuensi makan tetap terkontrol dan tidak berlebihan.

“Usahakan kalau kita memang mau makan ya tiga kali, jangan sampai empat kali, jumlah kalorinya juga diperhatikan, nasinya tidak boleh berlebihan,” jelasnya.

Selain itu, pemilihan lauk juga tidak boleh sembarangan. Kandungan lemak dan protein tetap harus diperhitungkan agar tidak melampaui kebutuhan tubuh.

Lebih lanjut, dr. Ari mengingatkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol secara berlebihan dapat berdampak langsung pada kondisi tubuh.

“Kalau kita mengonsumsi makanan berlemak tinggi kolesterol, akhirnya kolesterol yang sudah normal saat Ramadan akan meningkat,” katanya.

Hal yang sama juga berlaku untuk makanan tinggi purin seperti jeroan dan seafood yang perlu dibatasi konsumsinya agar tidak memicu gangguan kesehatan.

Baca Juga: 6 Cara Cegah Kolesterol Naik Usai Lebaran

Di tengah banyaknya hidangan berat, ia juga menekankan pentingnya tetap mengonsumsi sayur dan buah. Kedua jenis makanan ini memiliki peran penting dalam membantu tubuh, terutama dalam menghambat penyerapan kolesterol di usus.

“Sayur-sayuran dan buah-buahan ini bisa menghambat penyerapan kolesterol di usus halus kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Ari mengingatkan bahwa asupan cairan pun tak kalah penting, karena kurang minum dapat memicu gangguan pencernaan seperti sembelit, yang kerap terjadi saat pola makan tidak seimbang.

Selain menjaga pola makan, perhatian juga perlu diberikan kepada mereka yang memiliki penyakit kronis. Ia mengingatkan agar konsumsi obat tetap disiplin meskipun aktivitas silaturahmi sedang padat.

 “Kita sibuk bersilaturahmi, tapi jangan lupa minum obat, terutama bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes, itu juga harus dikonsumsi selama masa pasca-Lebaran ini,” tegasnya.

Tak kalah penting, aktivitas fisik juga harus tetap dijaga. Menurut dr. Ari, olahraga dan aktivitas ringan dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh setelah asupan makanan yang cenderung lebih berat selama Lebaran.

“Yang terpenting juga tetap beraktivitas, tetap berolahraga,” katanya.

Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa kesadaran menjaga kesehatan adalah kunci utama agar tubuh tetap fit setelah Lebaran.

“Kalau kita tidak aware, tidak peduli masalah ini, kita bisa menjadi sakit dan akhirnya bermasalah setelah Lebaran,” pungkas dr. Ari.

Baca Juga: Waspadai Penyakit Usai Lebaran, Pola Makan Jadi Pemicu Utama