Lebih dari sekadar makanan, suasana dan interaksi personal juga menjadi bagian dari pengalaman yang ingin ditawarkan. Kehadiran para Oma yang menyambut pengunjung dengan keramahan khasnya menghadirkan nuansa seperti berkunjung ke rumah nenek.

Salah satu area yang mendapat pembaruan adalah Teras Oma. Kini, area tersebut hadir lebih luas dengan pilihan kudapan rumahan dan es krim lokal yang praktis dinikmati di tempat maupun dibawa pulang. Konsep ini juga menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian singkat di tengah aktivitas Blok M yang dinamis.

Sementara itu, Ruang Keluarga diperbarui menjadi ruang yang lebih hangat dan nyaman untuk berkumpul, berbagi cerita, maupun menggelar pertemuan komunitas. Area ini dirancang untuk menghadirkan suasana akrab sehingga pengunjung dapat menikmati waktu bersama tanpa terburu-buru.

Penyegaran juga menyentuh pilihan menu. Selain mempertahankan hidangan favorit, Uma Oma Cafe menghadirkan sejumlah pilihan baru, mulai dari Nasi Iga Penyet dan Nasi Goreng Ijo sebagai menu utama, Singkong Goreng dan Putu Cake untuk kudapan, hingga Sekar Mawar dan Saraba sebagai pilihan minuman.

Perpaduan menu yang familiar dengan kreasi baru tersebut menjadi bagian dari upaya Uma Oma Cafe menjaga cita rasa yang dekat dengan keseharian, sekaligus memberikan pengalaman bersantap yang terus berkembang.

Di balik pembaruan ruang dan menu, pemberdayaan lansia tetap menjadi nilai yang dijaga. Jumlah Oma yang terlibat di Uma Oma Cafe kini bertambah menjadi delapan orang, dari sebelumnya empat hingga lima Oma.

Junadi menegaskan, kehadiran para Oma bukan sekadar elemen pelayanan, melainkan bagian dari identitas dan nilai yang ingin dibangun oleh Uma Oma Cafe.

“Ketika memperbarui Uma Oma Cafe, ada satu hal yang ingin kami jaga sekaligus perkuat, yaitu kehangatan yang hadir melalui para Oma. Jika sebelumnya kami melibatkan empat hingga lima Oma, kini jumlahnya bertambah menjadi delapan Oma. Langkah ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberdayakan lansia sekaligus menghadirkan pengalaman hospitality yang lebih hangat dan personal,” tuturnya.

Menurut Junadi, keramahan dan pengalaman hidup para Oma turut menciptakan interaksi lintas generasi yang istimewa, sekaligus memperkuat konsep rumah kedua yang ingin dihadirkan kepada setiap pengunjung.

“Kami percaya, keramahan dan pengalaman hidup para Oma menciptakan interaksi antargenerasi yang istimewa. Inilah nilai yang ingin terus kami rawat, agar setiap Cucu tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga merasakan kehangatan dan kebersamaan layaknya berada di rumah nenek,” pungkasnya.

Melalui pembaruan ini, Uma Oma Cafe berharap dapat terus menjadi bagian dari perjalanan Blok M yang berkembang, sekaligus mempertahankan karakter kawasan yang lekat dengan pertemuan, nostalgia, dan kebersamaan.

Baca Juga: Berkenalan dengan Inna Rossaria Auwines, Sosok di Balik Suksesnya Resto Padang Sari Ratu