Growthmates, transformasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan, membuka babak baru bagi salah satu pusat aktivitas dan gaya hidup di ibu kota.

Di tengah rencana penataan kawasan yang mencakup terminal, area komersial, konektivitas pejalan kaki, hingga ruang publik, Uma Oma Cafe turut beradaptasi dengan menghadirkan wajah baru tanpa meninggalkan kehangatan yang menjadi ciri khasnya.

Setelah tiga tahun tumbuh bersama Blok M, Uma Oma Cafe kembali membuka pintunya dengan memperkuat identitas sebagai #RumahnyaBlokM. Bukan sekadar tempat untuk bersantap, kafe ini ingin menjadi rumah kedua bagi pengunjung untuk menikmati hidangan rumahan, bertemu orang-orang terdekat, hingga menciptakan kenangan baru.

Pembaruan tersebut diwujudkan melalui penyegaran fasad dan penataan sejumlah ruang, termasuk Teras Oma dan Ruang Keluarga. Meski tampil lebih segar, Uma Oma Cafe tetap mempertahankan keramahan para Oma yang selama ini menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung.

Founder Uma Oma Group, Junadi Salat, mengatakan, pembaruan ini merupakan bagian dari upaya untuk terus bertumbuh bersama kawasan Blok M yang berkembang pesat.

“Bagi kami, Uma Oma Cafe bukan sekadar tempat untuk menikmati makanan, tetapi juga ruang untuk membangun kedekatan dan menciptakan kenangan bersama. Selama tiga tahun ini, kami tumbuh bersama Blok M dan melihat bagaimana kawasan ini berkembang dengan pesat,” ungkap Junadi, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Ia menambahkan, penyesuaian dilakukan agar kafe dapat menghadirkan pengalaman yang semakin nyaman bagi pengunjung.

“Karena itu, kami merasa penting untuk ikut bertumbuh, salah satunya melalui pembaruan fasad dan penataan ruang agar Uma Oma Cafe bisa menghadirkan pengalaman yang semakin nyaman untuk setiap cucu Oma yang datang,” lanjutnya.

Mengusung konsep rumah kedua, Uma Oma Cafe berupaya menghadirkan kenyamanan melalui cita rasa masakan rumahan yang akrab di lidah.

Hidangan yang disajikan diharapkan dapat membangkitkan kenangan tentang masakan rumah, kampung halaman, masa kecil, hingga momen kebersamaan bersama keluarga.

Baca Juga: Fenomena Work From Cafe, Bisa Jadi Solusi atau Justru Pemborosan Diri?

Lebih dari sekadar makanan, suasana dan interaksi personal juga menjadi bagian dari pengalaman yang ingin ditawarkan. Kehadiran para Oma yang menyambut pengunjung dengan keramahan khasnya menghadirkan nuansa seperti berkunjung ke rumah nenek.

Salah satu area yang mendapat pembaruan adalah Teras Oma. Kini, area tersebut hadir lebih luas dengan pilihan kudapan rumahan dan es krim lokal yang praktis dinikmati di tempat maupun dibawa pulang. Konsep ini juga menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati sajian singkat di tengah aktivitas Blok M yang dinamis.

Sementara itu, Ruang Keluarga diperbarui menjadi ruang yang lebih hangat dan nyaman untuk berkumpul, berbagi cerita, maupun menggelar pertemuan komunitas. Area ini dirancang untuk menghadirkan suasana akrab sehingga pengunjung dapat menikmati waktu bersama tanpa terburu-buru.

Penyegaran juga menyentuh pilihan menu. Selain mempertahankan hidangan favorit, Uma Oma Cafe menghadirkan sejumlah pilihan baru, mulai dari Nasi Iga Penyet dan Nasi Goreng Ijo sebagai menu utama, Singkong Goreng dan Putu Cake untuk kudapan, hingga Sekar Mawar dan Saraba sebagai pilihan minuman.

Perpaduan menu yang familiar dengan kreasi baru tersebut menjadi bagian dari upaya Uma Oma Cafe menjaga cita rasa yang dekat dengan keseharian, sekaligus memberikan pengalaman bersantap yang terus berkembang.

Di balik pembaruan ruang dan menu, pemberdayaan lansia tetap menjadi nilai yang dijaga. Jumlah Oma yang terlibat di Uma Oma Cafe kini bertambah menjadi delapan orang, dari sebelumnya empat hingga lima Oma.

Junadi menegaskan, kehadiran para Oma bukan sekadar elemen pelayanan, melainkan bagian dari identitas dan nilai yang ingin dibangun oleh Uma Oma Cafe.

“Ketika memperbarui Uma Oma Cafe, ada satu hal yang ingin kami jaga sekaligus perkuat, yaitu kehangatan yang hadir melalui para Oma. Jika sebelumnya kami melibatkan empat hingga lima Oma, kini jumlahnya bertambah menjadi delapan Oma. Langkah ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberdayakan lansia sekaligus menghadirkan pengalaman hospitality yang lebih hangat dan personal,” tuturnya.

Menurut Junadi, keramahan dan pengalaman hidup para Oma turut menciptakan interaksi lintas generasi yang istimewa, sekaligus memperkuat konsep rumah kedua yang ingin dihadirkan kepada setiap pengunjung.

“Kami percaya, keramahan dan pengalaman hidup para Oma menciptakan interaksi antargenerasi yang istimewa. Inilah nilai yang ingin terus kami rawat, agar setiap Cucu tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga merasakan kehangatan dan kebersamaan layaknya berada di rumah nenek,” pungkasnya.

Melalui pembaruan ini, Uma Oma Cafe berharap dapat terus menjadi bagian dari perjalanan Blok M yang berkembang, sekaligus mempertahankan karakter kawasan yang lekat dengan pertemuan, nostalgia, dan kebersamaan.

Baca Juga: Berkenalan dengan Inna Rossaria Auwines, Sosok di Balik Suksesnya Resto Padang Sari Ratu