Temuan tersebut memperkuat bahwa berat badan normal bukan jaminan seseorang terbebas dari kolesterol tinggi maupun gangguan metabolik. Karena itu, pemeriksaan profil lipid secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular sejak dini.

Menurut dr. Susetyo, pedoman terbaru juga merekomendasikan pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi untuk menurunkan kadar LDL-C hingga di bawah 55 mg/dL, sekaligus mencapai penurunan minimal 50 persen dari kadar awal.

"Pada kelompok pasien tersebut berlaku prinsip 'semakin rendah, semakin baik'. Berbagai bukti klinis menunjukkan bahwa semakin rendah kadar LDL-C yang dicapai, semakin rendah pula risiko serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dislipidemia atau gangguan kadar lemak darah sering kali berkembang tanpa gejala. Oleh sebab itu, masyarakat yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, diabetes, maupun hipertensi dianjurkan menjalani pemeriksaan profil lipid secara rutin agar kondisi dapat terdeteksi lebih awal.

Dalam penanganannya, terapi kombinasi statin dan ezetimibe menjadi salah satu pendekatan yang dinilai efektif. Statin bekerja menghambat produksi kolesterol di hati, sedangkan ezetimibe mengurangi penyerapan kolesterol di usus.

Kombinasi keduanya dalam satu tablet mampu menurunkan kadar LDL-C secara lebih optimal, sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan statin dosis tinggi dan membantu meningkatkan kepatuhan pasien menjalani terapi jangka panjang.

Sementara itu, Head of Brand and Marketing Daewoong, dr. Wicak Prasetiadi, mengatakan bahwa edukasi mengenai risiko penyakit kardiovaskular perlu terus diperluas agar masyarakat tidak lagi menilai kesehatan hanya dari bentuk tubuh.

"Sesi ini bertujuan meluruskan anggapan bahwa orang bertubuh langsing terbebas dari risiko penyakit kardiovaskular. Sebagai mitra tepercaya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, Daewoong akan terus memperluas edukasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit kardiovaskular agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan rutin dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung," tutup dr. Wicak.

Baca Juga: Badan Kurus Bukan Jaminan Kolesterol Normal, Dokter Ahli Ungkap Penyebabnya