Sementara itu, CEO Scarf Media Temi Sumarlin menegaskan bahwa konsep buy better juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan (sustainability). Konsumen tetap diperbolehkan berbelanja, tetapi diharapkan memilih produk yang dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Sebenarnya kami tidak melarang untuk masyarakat berbelanja, tapi justru kita mengarahkan konsumen untuk membeli dengan lebih baik. Kenapa? Karena dengan memilih produk yang berkualitas, tentunya ini akan lebih panjang umurnya,” kata Temi.

Menurut Temi, pendekatan tersebut membuat konsumen tidak perlu terus-menerus membeli pakaian baru setiap Lebaran karena satu busana dapat digunakan dengan berbagai gaya.

“Kalau dengan beli produk yang lebih punya kualitas, tentunya jadi lebih hemat secara jangka panjang,” ujarnya.

Kemudian, Temi juga memaparkan sejumlah tren busana Ramadan dan Lebaran 2026. Dari sisi warna, tren mengarah pada palet warna dasar seperti khaki, krem, dan abu-abu, meski warna cerah tetap hadir sebagai aksen.

“Kalau kita lihat secara warna, memang mayoritasnya kembali ke warna-warna basic seperti khaki, creme, abu. Tetapi warna-warna cerah pun tetap ada,” jelas Temi.

Selain warna, model abaya diprediksi menjadi salah satu tren utama pada 2026. Menurut Temi, desain abaya kini semakin fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya.

“Abaya is the new trend di 2026. Teman-teman yang mungkin belum terbiasa menggunakan abaya akan punya banyak pilihan,” ujarnya.

Abaya kini dapat dipadukan dengan berbagai item seperti palazzo atau rok untuk menciptakan tampilan yang lebih modern dan ringan.

Temi juga menyoroti tren lain berupa sentuhan budaya atau cultural touch dalam desain modest wear. Inspirasi tradisional tidak hanya hadir dalam bentuk kain seperti batik atau tenun, tetapi juga melalui siluet dan detail desain yang dimodernisasi.

“Satu tren yang juga menarik adalah cultural touch. Jadi sesuatu yang ada sentuhan budayanya, tidak melulu di batik dan tenun,” kata Temi.

Dari sisi aksesori, tren hijab juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya motif floral mendominasi, kini pashmina bermotif abstrak mulai banyak diminati.

“Beberapa tahun silam print-nya cukup flowery, sekarang justru trennya abstract,” pungkas Temi.

Baca Juga: Modest Luxe Hadir di Sarinah Menguatkan Posisi Modest Fashion Indonesia