Growthmates, mengelola keuangan bukan hanya soal berapa besar penghasilan, tetapi juga bagaimana strategi yang digunakan.
Menariknya, menurut Financial Planner sekaligus CEO & Principal Consultant @zapfinance, Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom, GCertFP., baik perintismaupun pewaris memiliki peluang yang sama untuk mencapai kesejahteraan dengan pendekatan yang berbeda.
“Perintis dan pewaris dua-duanya memiliki kesempatan yang sama untuk bisa sejahtera,” tutur Prita, dikutip dari laman Instagram @zapfinance, Selasa (21/4/2026).
Lalu, seperti apa strategi yang tepat untuk masing-masing?
Strategi Keuangan untuk si Perintis
Menurut Prita, bagi perintis, fase hidup umumnya masih berada dalam tahap membangun dan bertahan. Karena itu, fondasi keuangan menjadi hal utama yang harus diperkuat.
Prita menekankan pentingnya disiplin dalam mengatur uang sejak awal.
“Untuk perintis, penting banget memahami bahwa kita ini memang di tahap yang berusaha surviving,” jelasnya.
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menerapkan prinsip budgeting, yakni living, saving, dan playing. Namun, ada penyesuaian penting dalam porsi ‘playing’.
“Untuk porsi playing, harus ditambah dengan self-development dengan guna untuk membuat kita bisa meraih income yang lebih banyak lagi,” kata Prita.
Artinya, alih-alih hanya untuk hiburan, sebagian dana ‘playing’ sebaiknya dialihkan untuk pengembangan diri, seperti kursus, pelatihan, atau peningkatan skill.
Selanjutnya, ketika penghasilan mulai stabil, disiplin anggaran harus tetap dijaga. Prita mengingatkan untuk menghindari jebakan utang konsumtif.
“Jangan lupa untuk praktekin budgeting-nya dan hindari pinjol serta pay later,” tegasnya.
Langkah terakhir, lanjut Prita, ketika arus kas sudah berjalan, perintis perlu mulai membangun aset melalui investasi.
“Saat income-nya mulai masuk, jangan lupa untuk membangun investasi supaya asetnya terus bertambah,” tambah Prita.
Baca Juga: Tips Agar Gaji Tidak 'Bocor Halus' Setiap Bulan Menurut Financial Planner
Strategi Keuangan untuk si Pewaris
Berbeda dengan perintis, kata Prita, pewaris memiliki fokus utama pada menjaga dan mempertahankan kekayaan yang sudah ada.
“Kalau untuk pewaris, tugasnya harus bisa secure and sustain,” ujar Prita.
Meski sama-sama membutuhkan budgeting, pendekatan yang digunakan lebih kompleks dan detail, terutama dalam pengelolaan investasi.
“Budgeting-nya harus lebih detail dan harus banyak banget untuk urusan investasi,” jelasnya.
Selain itu, pewaris juga tetap membutuhkan dana darurat, bahkan dalam jumlah lebih besar.
“Pastikan harus tetap punya dana darurat, usahain 12 kali pengeluaran bulanan,” kata Prita.
Menurut Prita, dana ini penting sebagai perlindungan jika terjadi perubahan besar dalam hidup atau kondisi tak terduga.
Tak kalah penting, pewaris juga harus mampu mengendalikan gaya hidup. Tanpa kontrol yang baik, kekayaan yang diwariskan bisa cepat habis.
“Harus bisa menjaga lifestyle supaya apa yang sudah diwariskan kepada diri kamu tidak habis begitu saja,” tutup Prita.
Baca Juga: Cara Menghitung Dana Pensiun dengan Tepat Menurut Financial Planner