Kemudian, dalam sesi long run, terutama saat hujan, kata dokter Tirta, mengganti kaos kaki bisa menjadi penyelamat dari cedera kulit.

“Kalau perlu, kalian buat water station bayangan untuk ganti kaos kaki, karena basah,” jelasnya.

Dengan menyiapkan titik tertentu untuk mengganti perlengkapan, lanjut dia, pelari bisa menjaga kondisi kaki tetap kering dan mengurangi risiko iritasi.

Selanjutnya, setelah menyelesaikan lari, jangan menunda untuk mengganti pakaian basah. Menurut dokter Tirta, hal ini penting untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

“Setelah selesai long run, segera ganti baju dan bilasan, karena menggunakan baju yang basah itu akan rentan membuat tubuh menjadi hipotermi,” kata dokter Tirta.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut bisa berdampak pada sistem imun.

“Jadi nanti imunitas anda akan terpengaruh,” lanjutnya.

Dikatakan dokter Tirta, banyak pelari mengira hujan akan membuat tubuh terus terasa dingin. Padahal, kondisi ini bisa berubah seiring waktu.

“Jangan berharap air itu dingin terus. Awal-awal pas kehujanan memang dingin, tapi lama-lama tubuh jadi panas, malah akan tambah tinggi,”tandasnya.

Baca Juga: Habis Makan Langsung Rebahan Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Dokter Tirta