Sebelum membangun bisnis yang besar, membangun relasi menjadi salah satu investasi jangka panjang yang sering kali diabaikan. Content Creator sekaligus Entrepreneur, Theo Derick, menilai banyak orang masih memiliki pandangan yang keliru tentang networking karena menganggap setiap pertemuan harus langsung menghasilkan transaksi atau peluang bisnis.

Menurut Theo, pola pikir seperti itu justru membatasi kesempatan untuk berkembang.

Ia pun menekankan bahwa tujuan utama membangun jaringan bukanlah mencari keuntungan instan, melainkan memperluas koneksi yang suatu saat dapat membuka berbagai peluang yang tidak terduga.

"Jangan menyempitkan pikiran untuk kayak, oh kalau ketemu ya harus jualan, oh kalau ini ya harus... Nggak. Kenapa gue selalu bilang maintain relasi, maintain relasi, networking, networking. Penting, lo makin kenal banyak orang, lo makin bisa terkoneksi dengan banyak orang, itu bisa jadi apa aja," papar Theo, dalam sebuah video sebagaimana dikutip dari laman Instagram pribadinya, Jumat (17/7/2026).

Theo mengakui, tidak semua hubungan yang dibangun akan langsung memberikan hasil.

Bahkan, menurutnya, wajar jika seseorang merasa networking tidak memberikan dampak dalam waktu dekat. Namun, manfaatnya sering kali baru terlihat setelah bertahun-tahun.

"Mungkin banyak orang ngomong, kok tapi kan networking itu overrated. Ketemu orang juga nggak jadi apa-apa. Ya emang. Sekarang. Lima tahun lagi. Nggak tahu," katanya.

Baca Juga: Theo Derick Ungkap Kunci Bisnis Bertumbuh: Founder Jangan Hanya Diam di Kantor

Theo kemudian membagikan pengalamannya sendiri. Hubungan yang awalnya hanya sebatas saling mengenal ternyata baru berkembang menjadi kerja sama bisnis beberapa tahun kemudian.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa membangun relasi membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

"Kita ketemu partner kita yang di agency, kenal dulu, tiga tahun berikutnya baru jadi agency. Butuh waktu," ungkap Theo.

Theo juga menilai, anggapan bahwa networking berlebihan atau tidak penting biasanya datang dari orang-orang yang sudah memiliki privilese, seperti jaringan yang luas atau latar belakang keluarga yang mendukung.

Berbeda dengan para perintis bisnis yang memulai dari nol, kata dia, membangun relasi menjadi salah satu aset paling berharga.

"Menurut gue, networking itu overrated buat lo yang memang sudah punya keluarga, berprivilege di mana orang mau networking sama lo. Kalau lo perintis kayak gue, nggak ada backup, nggak ada siapa-siapa, ya cari, Pak," jelasnya.

Karena itulah, pada awal merintis usaha, Theo dan rekannya secara rutin meluangkan waktu untuk bertemu banyak orang setiap minggu. Namun, mereka datang bukan dengan tujuan menjual produk atau menawarkan kerja sama, melainkan membangun hubungan yang tulus.

"Dulu kita setiap minggu dua sampai tiga kali ketemu orang. Cuma tujuan kita bangun relasi, bukan transaksi," tutup Theo.

Baca Juga: Cara Menambah Kekayaan Secara Bertahap ala Theo Derick