Tabungan digital dapat berfungsi sebagai pusat transaksi sehari-hari, sementara simpanan berjangka seperti deposito menjadi alat untuk membangun disiplin karena dana tidak mudah dicairkan sewaktu-waktu.
Pendekatan ini sejalan dengan kebiasaan Gen Z dan Milenial yang menjadikan bank digital sebagai bagian dari gaya hidup. Faktor kemudahan, kecepatan, dan transparansi membuat layanan perbankan digital semakin relevan. Hal ini tercermin dari rata-rata transaksi harian di SeaBank yang telah menembus lebih dari 10 juta transaksi per hari.
Untuk dana yang belum akan digunakan dalam waktu dekat, deposito digital mulai dilihat sebagai solusi menjaga keseimbangan antara kebutuhan hari ini dan rencana masa depan. Selain memberikan imbal hasil yang stabil, karakter berjangka pada deposito membantu menahan dorongan konsumsi impulsif.
“Deposito digital bukan hanya produk simpanan, tetapi juga alat untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat. Cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya tetap bekerja dengan aman,” tutup Lindawati.
Baca Juga: Jelang Imlek, Ini 5 Refleksi Finansial untuk Generasi Sandwich
Di tengah kemudahan layanan digital, faktor keamanan tetap menjadi prioritas. SeaBank beroperasi sebagai bank yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta berada dalam pengawasan Bank Indonesia.
Pada akhirnya, gaya hidup modern tidak harus bertolak belakang dengan perencanaan keuangan. Dengan strategi yang lebih terstruktur, anak muda tetap bisa menjalani keseharian secara nyaman sekaligus membangun fondasi finansial yang lebih kuat untuk masa depan.