2. Mengantuk Berlebihan di Siang Hari

Sleep apnea juga dapat memengaruhi kualitas tidur sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal pada malam hari. 

Akibatnya, kamu bisa terbangun dengan perasaan lelah meski merasa sudah tidur cukup lama. Bahkan, dalam sebuah data disebutkan, sekitar 15% - 50% penderita sleep apnea dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem atau rasa kantuk berlebihan di siang hari.

Tak sedikit orang yang tetap mengantuk sepanjang hari meski telah tidur selama tujuh hingga sembilan jam pada malam sebelumnya. Hal ini terjadi karena gangguan pernapasan yang berulang saat tidur dapat mengganggu siklus tidur, sehingga tubuh tidak benar-benar mendapatkan tidur yang berkualitas.

Kantuk berlebihan di siang hari juga tidak boleh dianggap sepele. Selain mengganggu produktivitas dan konsentrasi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi, seperti mengemudi, mengoperasikan mesin, atau memasak.

Baca Juga: 3 Jenis Vitamin yang Perlu Dihindari Sebelum Tidur, Jangan Diabaikan!

3. Kelelahan

Selain rasa kantuk yang berlebihan, penderita sleep apnea juga kerap mengalami kelelahan. Kondisi ini ditandai dengan tubuh yang terasa kurang bertenaga, sulit termotivasi, hingga lebih mudah tersinggung. 

Tidak jarang, seseorang merasa perlu tidur siang untuk memulihkan energi yang hilang. Namun, pada kasus sleep apnea yang cukup parah atau berlangsung dalam jangka panjang, tidur siang pun belum tentu mampu mengatasi rasa lelah tersebut.

4. Masalah Memori dan Konsentrasi

Kurangnya tidur berkualitas akibat sleep apnea juga dapat memengaruhi fungsi otak. Akibatnya, penderita mungkin lebih sulit berkonsentrasi, mudah terdistraksi, atau sering lupa terhadap tugas dan jadwal yang seharusnya dikerjakan.

Dalam beberapa kasus, gangguan ini bahkan dapat menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari mengikuti percakapan hingga menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan fokus dan perhatian penuh.