Growthmates, pernah nggak sih kamu tiba-tiba terbangun di tengah malam karena merasa sesak napas?
Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari masalah pernapasan hingga gangguan tidur tertentu. Salah satu yang cukup sering menjadi penyebabnya adalah sleep apnea, yaitu gangguan yang membuat seseorang berhenti bernapas sejenak saat tidur.
Mengutip Cleveland Clinic, sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas sementara saat tidur. Kondisi ini dapat terjadi akibat penyumbatan saluran napas (obstructive sleep apnea) atau karena otak tidak mengirimkan sinyal yang tepat untuk mengatur pernapasan (central sleep apnea).
Saat kadar oksigen menurun, tubuh akan memicu refleks bertahan hidup yang membuat seseorang terbangun sejenak agar bisa kembali bernapas.
Baca Juga: Bukan Cuma Kafein, Ini 7 Hal yang Jadi Penyebab Susah Tidur
Meski mekanisme ini membantu menjaga tubuh tetap mendapatkan oksigen, gangguan yang terjadi berulang kali dapat merusak kualitas tidur, membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal, hingga meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani.
Di samping itu, kondisi sleep apnea sering kali sulit dikenali karena sebagian besar gejalanya muncul saat seseorang sedang tidur. Tak jarang, kondisi ini justru pertama kali disadari oleh pasangan atau anggota keluarga yang melihat adanya gangguan pernapasan saat tidur.
Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda dan gejala sleep apnea agar kondisi ini bisa segera ditangani. Mengutip dari laman Health, Selasa (9/6/2026), berikut enam gejala di antaranya dan patut diwaspadai.
1. Mendengkur
Mendengkur menjadi salah satu gejala sleep apnea yang paling umum. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa saluran napas menyempit sehingga aliran udara tidak berjalan lancar saat tidur. Pada beberapa orang, risiko mendengkur juga bisa meningkat karena adanya jaringan yang lebih tebal di bagian belakang tenggorokan atau ukuran lidah yang relatif lebih besar.
Tak hanya mendengkur, sebagian penderita sleep apnea juga dapat mengeluarkan suara lain saat tidur, seperti terengah-engah, tersedak, atau mendengus. Hal ini terjadi ketika tubuh berusaha mendapatkan cukup udara meski saluran napas sedang terhambat. Akibatnya, seseorang bisa terbangun berkali-kali sepanjang malam tanpa menyadarinya.
2. Mengantuk Berlebihan di Siang Hari
Sleep apnea juga dapat memengaruhi kualitas tidur sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal pada malam hari.
Akibatnya, kamu bisa terbangun dengan perasaan lelah meski merasa sudah tidur cukup lama. Bahkan, dalam sebuah data disebutkan, sekitar 15% - 50% penderita sleep apnea dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem atau rasa kantuk berlebihan di siang hari.
Tak sedikit orang yang tetap mengantuk sepanjang hari meski telah tidur selama tujuh hingga sembilan jam pada malam sebelumnya. Hal ini terjadi karena gangguan pernapasan yang berulang saat tidur dapat mengganggu siklus tidur, sehingga tubuh tidak benar-benar mendapatkan tidur yang berkualitas.
Kantuk berlebihan di siang hari juga tidak boleh dianggap sepele. Selain mengganggu produktivitas dan konsentrasi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi, seperti mengemudi, mengoperasikan mesin, atau memasak.
Baca Juga: 3 Jenis Vitamin yang Perlu Dihindari Sebelum Tidur, Jangan Diabaikan!
3. Kelelahan
Selain rasa kantuk yang berlebihan, penderita sleep apnea juga kerap mengalami kelelahan. Kondisi ini ditandai dengan tubuh yang terasa kurang bertenaga, sulit termotivasi, hingga lebih mudah tersinggung.
Tidak jarang, seseorang merasa perlu tidur siang untuk memulihkan energi yang hilang. Namun, pada kasus sleep apnea yang cukup parah atau berlangsung dalam jangka panjang, tidur siang pun belum tentu mampu mengatasi rasa lelah tersebut.
4. Masalah Memori dan Konsentrasi
Kurangnya tidur berkualitas akibat sleep apnea juga dapat memengaruhi fungsi otak. Akibatnya, penderita mungkin lebih sulit berkonsentrasi, mudah terdistraksi, atau sering lupa terhadap tugas dan jadwal yang seharusnya dikerjakan.
Dalam beberapa kasus, gangguan ini bahkan dapat menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari mengikuti percakapan hingga menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan fokus dan perhatian penuh.
5. Sakit Kepala di Pagi Hari
Sering terbangun dengan sakit kepala di pagi hari juga bisa menjadi salah satu tanda sleep apnea. Meski penyebab pastinya masih diteliti, para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan menurunnya kadar oksigen dalam tubuh selama tidur. Penurunan oksigen tersebut diyakini dapat memicu munculnya rasa nyeri di kepala saat bangun tidur.
Hingga kini, para peneliti masih mempelajari karakteristik sakit kepala yang berkaitan dengan sleep apnea dan bagaimana membedakannya dari jenis sakit kepala lainnya, seperti migrain atau sakit kepala tegang.
Baca Juga: Tidur dengan Bantal Tinggi Bisa Kurangi Asam Lambung Naik? Ini Kata Dokter Ahli
6. Nokturia
Sleep apnea juga dikaitkan dengan nokturia, yaitu kondisi yang membuat seseorang terbangun dua kali atau lebih dalam semalam untuk buang air kecil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hampir 50% penderita sleep apnea mengalami gejala ini.
Penyebab pasti hubungan antara sleep apnea dan nokturia masih belum diketahui. Namun, salah satu teori menyebutkan bahwa rendahnya kadar oksigen dalam tubuh saat tidur dapat memberikan tekanan pada kandung kemih sehingga memicu keinginan untuk buang air kecil lebih sering.