Pemerintah resmi menetapkan jadwal ibadah haji 2026, dengan segala pertimbang terkait kondisi terkini terutama gejolak Timur Tengah karena perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang sampai sekarang masih berkecamuk. Pemerintah memutuskan menerbangkan para jamaah ke Tanah Suci pada 22 April 2026, rombongan pertama ini dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 1 Juli 2026 nanti.
Penetapan keberangkatan haji tentu saja penuh perhitungan, termasuk hitung-hitungan tingkat keamanan para jemaah baik selama perjalanan terutama di langit Timur Tengah hingga kenyamanan para jamaah selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Baca Juga: Siapa yang Menanggung Kenaikan Ongkos Haji 2026?
Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, sejauh ini tidak ada hambatan berarti yang dapat merintangi keberangkatan haji tahun ini, hanya saja otoritas Arab Saudi meminta supaya rute penerbang baik keberangkatan maupun kepulangan agar menghindari wilayah konflik untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“So far haji masih on schedule. Keberangkatan pertama direncanakan pada 22 April 2026. Disarankan untuk penerbangan menghindari wilayah konflik,” kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu, Heni Hamidah dilansir Jumat (17/4/2026).
Secara teknis otoritas Arab Saudi menjamin keselamatan seluruh jemaah, konflik yang semakin meluas di Kawasan Timur Tengah sama sekali tak mempengaruhi jadwal haji 2026. Sejauh ini pemerintahan Arab Saudi sama sekali belum mengeluarkan peringatan khusus terkait penyelenggaraan haji tahun ini,
“Belum ada warning khusus,” ujar Heni.
Heni mengatakan, untuk memastikan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan mulus sesuai harapan, pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan kementerian terkait lainnya.
“Kami selalu berkoordinasi. Kalau ada kendala terkait haji, koordinasi dengan kami juga berjalan baik,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga telah memperkuat layanan melalui kehadiran kantor urusan haji di perwakilan Indonesia di Arab Saudi, termasuk di lingkungan konsulat jenderal, guna memberikan perlindungan dan pelayanan optimal bagi jemaah.
"Sekarang ada kantor urusan haji juga di KJRI," tutupnya.