Aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda menunjukkan totalitasnya dalam film Para Perasuk. Tak hanya membangun chemistry dengan lawan mainnya, Angga Yunanda, Maudy juga menjalani sejumlah adegan ekstrem selama proses syuting.

Dalam beberapa adegan, Maudy dituntut melakukan aksi tak biasa, seperti mengonsumsi daun mentah, bunga, hingga rebung mentah sebagai bagian dari pendalaman karakter. Tantangan tersebut menjadi salah satu aspek yang memperkaya pengalaman aktingnya di film ini.

Film Para Perasuk yang dijadwalkan tayang pada April 2026 menghadirkan elemen visual berupa representasi lamunan indah, yang digambarkan sebagai perpindahan ke alam lain, sebuah dunia yang dipenuhi berbagai sajian makanan. Elemen ini menjadi simbol penting dalam membangun atmosfer cerita.

Baca Juga: Film Para Perasuk Karya Wregas Bhanuteja Menang CJ ENM Award

Tak hanya berperan sebagai pemeran utama, Maudy juga terlibat dalam pengisian original soundtrack (OST). Lagu yang dibawakannya menjadi bagian integral dalam memperkuat emosi serta alur naratif film.

Setelah merilis lagu “Aku yang Engkau Cari” pada awal 2026, Maudy Ayunda kembali memperkenalkan single terbarunya berjudul “Di Tepi Lamunan Itu”.

Lagu tersebut digarap bersama Lafa Pratomo dan dirilis melalui Rekata Studio bekerja sama dengan Trinity Optima Production. Karya ini sekaligus didapuk sebagai OST resmi film Para Perasuk.

Baca Juga: Cara Maudy Ayunda Jaga Kesehatan Tubuh, Pikiran, dan Emotional: Jadikan Olahraga Sebagai Kebutuhan

“Lagu Maudy yang berjudul ‘Aku yang Engkau Cari’ tercipta dalam waktu yang sangat singkat. Proses pembuatan melodi dan liriknya terjadi secara spontan setelah kami menonton cuplikan filmnya,” ujar Lafa Pratomo, Senin (30/03/2026).

Sementara itu, sutradara Wregas Bhanuteja menegaskan bahwa Para Perasuk bukan film horor, melainkan drama supernatural. Ia menjelaskan, selain menghadirkan unsur mistis, film ini juga mengangkat kisah romansa antara karakter yang diperankan Angga Yunanda dan Maudy Ayunda.

Kisah cinta tersebut berkembang secara emosional di tengah konflik yang melingkupi Desa Latas, menjadikan film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga kedalaman cerita yang menyentuh.