Film horor Tumbal Proyek hadir bukan hanya menawarkan teror supranatural, tetapi juga menyuguhkan drama keluarga yang emosional di tengah misteri proyek pembangunan yang menyimpan rahasia kelam. Kisahnya bergerak di antara rasa takut, kehilangan, dan pencarian kebenaran yang perlahan membuka sisi gelap di balik proyek tersebut.

Sutradara Jero Point mengungkapkan bahwa film ini lahir dari proses riset yang mendalam, khususnya untuk membangun realitas dunia konstruksi sebagai latar utama cerita.

Baca Juga: Bosan Film Itu-itu Aja? Ini Daftar Series dan Anime Terbaru yang Wajib Kamu Tonton

Founder dan CEO Dee Company, Dheeraj Kalwani, mengatakan detail teknis pembangunan menjadi fondasi penting agar film terasa lebih realistis dan meyakinkan.

“Film ini ketika Pak Deras menawarkan pertama kali ke saya, itu saya cukup tertantang karena secara teknis ini sesuatu yang cukup menantang buat saya. Kita juga mencari data-data konstruksi jembatan tersebut pada masanya. Kita riset benar-benar dari struktur sampai proses pembangunannya, bahkan sampai fase-fase pengerjaan proyek itu kita pelajari untuk diterapkan ke dalam film,” ujarnya.

Menurutnya, konsep “tumbal proyek” bukan sekadar elemen horor semata, melainkan fenomena yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

“Konsep tumbal proyek itu sebenarnya sudah sering kita dengar di berbagai tempat. Tapi yang ingin kami tampilkan adalah bagaimana jika itu benar-benar nyata dan memiliki dampak terhadap manusia yang ada di dalamnya,” katanya.

Baca Juga: Film 'Para Perasuk' Angkat Obsesi Manusia, Sang Sutradara Tegaskan Bukan Cerita Horor

Dari sisi karakter, Kiesha Alvaro yang memerankan Yuda mengaku banyak melakukan diskusi mendalam sebelum proses syuting dimulai demi membangun emosi karakter secara kuat.

“Ngobrol sama Pak Jero cukup panjang dari awal. Bahkan sebelum saya pegang naskah, saya sudah diskusi tentang apa yang diinginkan dari karakter Yuda, apa tujuan emosionalnya, dan apa pesan yang ingin disampaikan dari film ini,” ujarnya.

Sementara itu, Callista Arum menilai atmosfer lokasi syuting menjadi salah satu faktor yang memperkuat nuansa mencekam dalam film tersebut.

“Aku sampai ngerasa beberapa scene itu kayak enggak yakin, karena atmosfer set-nya benar-benar membantu. Rasa takutnya itu bukan dibuat-buat, tapi benar-benar muncul di situasi syuting,” katanya.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Film Baru yang Wajib Masuk Watchlist

Aktris senior Karina Suwandi menambahkan, inti emosional film ini terletak pada relasi keluarga yang dihantui rasa kehilangan.

“Untuk pendalaman rasa kehilangan Bayu itu saya banyak ngobrol dengan Mas Jero. Di set kami tetap bercanda, tapi begitu kamera rolling, kami benar-benar masuk ke emosi kehilangan itu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Fuad Idris yang menyebut unsur mistis dalam cerita menjadi lapisan penting yang memperkuat misteri proyek tersebut.

“Karakter ini memahami hal-hal gaib. Jadi proyek ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga ada dimensi lain yang tidak terlihat dan memengaruhi banyak hal,” katanya.

Dengan perpaduan riset mendalam, konflik keluarga yang emosional, serta atmosfer horor yang dibangun dari dunia proyek penuh rahasia, Tumbal Proyek menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga meninggalkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya tersembunyi di balik setiap pembangunan besar.