Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat capaian Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 sukses membukukan transaksi sebesar Rp36,4 triliuns, atau melampaui target awal kisaran Rp33 triliun sampai Rp34 triliun.
Ia mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan jika dibandingkan dengan Harbolnas 2024 yang tercatat Rp31,2 triliun atau meninngkat sekitar 17 persen.
Baca Juga: Jadi Host Shopee Live, Mendag Dorong Penjualan UMKM Selama Harbolnas 2024
"Dalam penyelenggaraan tahun ini, Harbolnas 2025 mencetak total transaksi sebesar Rp36,4 triliun atau meningkat 17% dibanding total transaksi tahun lalu. Harbolnas berhasil membuktikan perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis, yaitu sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat jelang akhir tahun," ujarnya kepada wartawan, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Deretan Bisnis Milik Gita Wirjawan, Sosok Mendag Era SBY
Lanjutnya, ia mengatakan juga pada Harbolnas 2025 ini tercatat sebanyak 1.300 pelaku usaha ikut ambil bagian. Kemudian, ia mengatakan pihaknya juga mencatat kontribusi produk lokal mencapai 45,6 persen dari total nilai transaksi atau setara Rp16,6 triliun, meningkat sekitar 3 persen atau bertambah Rp500 miliar dibandingkan tahun 2024.
Sambungnya, Harbolnas ke depan diharapkan tetap menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya pada triwulan IV.
"Pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang semakin kompetitif," imbuhnya.
Tercatat juga, terdapat tiga kategori produk lokal yang paling diminati konsumen selama Harbolnas 2025 meliputi fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta makanan dan minuman.