Kebangkitan Demokrat Harus Dimulai Sekarang
Wakil Ketua MPR RI mengingatkan bahwa Pemilu memang masih memiliki siklus dan tahapan yang harus dihormati sesuai konstitusi. Namun, hal tersebut tidak berarti partai boleh berhenti melakukan konsolidasi dan pembenahan.
Ia justru menilai masa di antara pemilu merupakan momentum penting untuk memperkuat organisasi, memperbaiki kelemahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pemilu masih jauh. Justru kita memberikan ruang penyempurnaan dan perbaikan kepada negara dan kepada presiden.”
Menurutnya, konsolidasi politik harus dilakukan dengan tetap mengedepankan etika, aturan, serta prinsip-prinsip demokrasi.
Ia juga meminta kader tidak takut menghadapi dinamika politik sepanjang seluruh proses dijalankan sesuai koridor hukum dan konstitusi.
Demokrat Harus Terbuka
Dalam rangka memperkuat Partai Demokrat, Edhie Baskoro mengajak seluruh kader untuk membangun partai yang terbuka terhadap berbagai kalangan.
Ia mengatakan, kader-kader lama yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Demokrat harus tetap dirangkul, sementara generasi muda dan masyarakat yang ingin bergabung juga harus diberikan ruang.
“Partai ini besar. Tidak hanya dihuni oleh kita-kita saja, tetapi partai ini lebih bermanfaat kalau bisa dihuni oleh banyak manusia yang berpikir sama untuk kemajuan Partai Demokrat.”
Menurutnya, perbedaan kepentingan dan pengalaman politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjauhkan seseorang dari partai.
Sebaliknya, Demokrat harus menjadi rumah bersama bagi mereka yang memiliki komitmen terhadap kemajuan Indonesia.
Demokrat sebagai Partai Nasionalis-Religius
Wakil Ketua MPR RI juga menegaskan karakter Partai Demokrat sebagai partai yang terbuka bagi seluruh golongan.
Ia menggambarkan Demokrat sebagai partai tengah yang mengusung nilai nasionalis-religius serta memberikan ruang bagi laki-laki, perempuan, dan generasi muda untuk berkontribusi.
Menurutnya, semangat tersebut harus terus dipertahankan di tengah dinamika politik yang terus berubah.
Ia juga mengajak kader untuk memahami dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah dibangun oleh para senior partai.
Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Tetap Menjadi Agenda Utama
Dalam forum tersebut, Ibas juga menyinggung pentingnya pengawalan terhadap kebijakan ekonomi dan penggunaan APBN.
Menurutnya, besarnya anggaran negara harus diikuti dengan kemampuan pemerintah memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, serta kebutuhan pembangunan yang sangat beragam.
Karena itu, anggaran negara harus digunakan secara efektif untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
“Apa yang akan kita perjuangkan adalah kesejahteraan rakyat, keamanan, keadilan, dan pekerjaan. Itu semuanya menjadi makanan sehari-hari bagi kita sebagai wakil rakyat.”
Respons terhadap Bencana
Wakil Ketua MPR RI juga mengajak kader Partai Demokrat untuk menunjukkan kepedulian konkret terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Ia menyinggung gempa di Nusa Tenggara Timur, kebakaran kawasan adat di Nusa Tenggara Barat, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, serta dampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang turut memengaruhi masyarakat di sekitar Banten dan Lampung.
Dalam konteks tersebut, ia mengapresiasi kepedulian kader-kader baru Partai Demokrat yang berkomitmen menyumbangkan sedikitnya 25.000 masker melalui DPP Partai Demokrat untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan masyarakat harus menjadi bagian dari kerja politik Demokrat.
“Kerja besar itu harus menjadi bagian besar dari kemajuan kita.”
Menjaga Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan
Ia juga mengingatkan kembali pentingnya agenda lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Ia mengingatkan berbagai program yang pernah didorong pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, antara lain penanaman pohon, penghijauan, edukasi lingkungan, serta peningkatan literasi generasi muda mengenai keberlanjutan.
Menurutnya, agenda tersebut perlu terus dikawal dan dikembangkan sesuai tantangan zaman.
Dari Konsolidasi Menuju Kemenangan
Menghadapi perjalanan politik ke depan, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI meminta seluruh kader menjadikan momentum 25 tahun Partai Demokrat sebagai titik kebangkitan.
Ia menekankan bahwa kemenangan politik bukan sekadar tentang mendapatkan kursi di parlemen, tetapi harus memiliki tujuan yang lebih besar, yakni memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
“Kita bangkitkan Partai Demokrat menuju keberhasilan dan kemenangan. Menang dengan tujuan, bukan hanya sekadar mengisi kursi.”
Ia meminta seluruh kader untuk kembali ke daerah masing-masing dengan membawa semangat konsolidasi dan memperkuat hubungan dengan rakyat.
“Kembali ke daerah, menangkan hati rakyat, dan jalankan perintah Partai Demokrat.”
Menutup arahannya, Wakil Ketua MPR RI mengajak seluruh kader mempertahankan loyalitas dan semangat perjuangan partai.
“Sekali Demokrat tetap Demokrat. Demokrat hadir di tengah rakyat, Demokrat hadir untuk Indonesia, untuk kemajuan, dan untuk kesejahteraan.”
Ia menegaskan bahwa Demokrat harus terus bergerak sebagai partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga demokrasi, serta berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
Demokrat naik kelas, dekat dengan rakyat, bekerja untuk rakyat, dan siap memenangkan hati rakyat.
Antusiasme Kader dari Seluruh Penjuru Negeri
Bimtek Nasional tersebut juga mendapat respons positif dari para kader yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka datang dari ujung timur hingga ujung barat Tanah Air dengan membawa semangat untuk mengikuti pendidikan politik sekaligus memperkuat konsolidasi Partai Demokrat.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Rizki Natakusumah, menilai antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut sangat luar biasa. Menurutnya, semangat itu terlihat dari upaya peserta dari dalam maupun luar Pulau Jawa untuk tetap hadir meskipun menghadapi situasi force majeure akibat abu vulkanik erupsi Anak Krakatau.
“Kehadiran Ketua Majelis Tinggi SBY, Ketua Umum AHY, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI EBY selalu meningkatkan gairah agenda ini dengan semangat sekaligus menjadi pengingat arti perjuangan Demokrat,” ujar Rizki.
Ia menilai kehadiran EBY bersama sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat dalam satu panel interaktif menjadi salah satu pembeda penting dalam kegiatan tersebut karena membuka ruang untuk menyerap aspirasi kader daerah dari Aceh hingga Papua untuk diperjuangkan di DPR RI.
“Prinsip politik terbuka dan aspiratif terasa sangat hidup di sesi ini. Kami dari Badan Doktrin, Pendidikan dan Latihan DPP Partai Demokrat bersyukur dan gembira melihat semangat juang yang selama ini digaungkan oleh pimpinan kami, disambut hangat dan digenggam utuh oleh para kader dari seluruh penjuru negeri,” kata Rizki.
Bagi Rizki, semangat para kader tersebut menunjukkan bahwa pendidikan politik tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan aspirasi daerah dengan kerja-kerja politik di tingkat nasional.