Ia pun menambahkan bahwa kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani di instalasi gawat darurat (IGD).

“Itu adalah reaksi alergi yang bisa menyebabkan shock anaphylaxis, dan itu kejadian kegawatdaruratan di IGD,” tegasnya.

Dokter Tirta juga menyebutkan beberapa pemicu umum syok anafilaksis. Salah satunya adalah sengatan serangga.

“Rata-rata sengatan tawon. Tawon sama lebah itu beda,” katanya.

Selain itu, reaksi alergi juga bisa dipicu oleh obat-obatan tertentu.

“Ada beberapa orang yang tidak bisa menerima obat tertentu, misalnya alergi aspirin atau ibuprofen,” tambahnya.

Menurutnya, gejala awal yang sering muncul adalah biduran, terutama di area ujung tubuh.

“Salah satu gejala alergi yang paling parah, dia biduran. Biasanya muncul di distal, jari tangan, jari kaki, telapak, lalu bisa menyebar ke area vital,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan, hal paling penting untuk diwaspadai adalah ketika biduran mulai disertai gangguan pernapasan.

“Ketika sudah ada reaksi gagal napas, itu bahaya banget,” tegas Dokter Tirta.

Baca Juga: Dokter Tirta: Berpakaianlah Sesuai Postur, Bukan Sekadar Ikuti Influencer!