Hidangan daging kambing yang gurih dan kaya rempah memang selalu sukses menggugah selera, apalagi di momen perayaan seperti Hari Raya Iduladha. Namun, di balik kelezatannya, kamu tetap harus bijak dan mengontrol porsi makan, ya. Sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh.

Meskipun daging kambing kaya akan protein dan nutrisi makro yang dibutuhkan oleh tubuh, mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang serius.

Agar momen liburan dan kumpul keluargamu tetap aman, yuk waspadai 5 bahaya terlalu banyak mengonsumsi daging kambing berikut ini, seperti dikutip Olenka dari berbagai sumber, Rabu (27/5/2026).

1. Peningkatan Tekanan Darah dan Hipertensi

Bagi kamu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau sensitif terhadap asupan garam dan lemak, menu kambing harus sangat dibatasi. 

Kandungan lemak jenuh dan kolesterol di dalamnya bisa memicu penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini otomatis meningkatkan beban kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tensi tubuhmu akan menjadi lebih mudah melonjak naik.

2. Lonjakan Kadar Kolesterol Jahat (LDL)

Meskipun faktanya kadar kolesterol dalam 100 gram daging kambing matang (75 mg) relatif lebih rendah dibandingkan dada ayam (85 mg) atau daging sapi sirloin (90 mg), mengonsumsinya secara berlebihan tetap saja berisiko. 

Lemak jenuh yang menumpuk dari daging kambing dapat menaikkan kadar LDL dalam darah, yang memicu terbentuknya plak di pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyakit stroke.

Baca Juga: 5 Tips Memasak Daging Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau Prengus

3. Memicu Sembelit hingga BAB Berdarah

Sering merasa perut begah dan susah buang air besar setelah mengonsumsi banyak daging? Itu karena daging sama sekali tidak memiliki kandungan serat. 

Menurut studi dari Neurogastroenterology and Motility (2015), konsumsi lemak jenuh dari daging yang melebihi 15 gram sehari bisa mengaktifkan "rem alami" pada usus halus yang menghambat pergerakan feses. 

Akibat kekosongan serat dan macetnya pencernaan ini, kamu rentan terkena sembelit (konstipasi) bahkan hingga BAB berdarah.