3. Olahraga Sebentar, tetapi Duduk Sepanjang Hari

Berjalan kaki pada pagi hari atau rutin pergi ke pusat kebugaran memang baik untuk kesehatan. Namun, aktivitas tersebut belum tentu cukup untuk mengimbangi kebiasaan duduk selama berjam-jam.

Kurangnya aktivitas fisik dapat mengganggu sensitivitas insulin serta kemampuan tubuh mengolah gula dan lemak. Kondisi resistensi insulin juga dapat mendorong hati menyimpan lebih banyak lemak.

Karena itu, penting untuk tetap aktif sepanjang hari. Selingi pekerjaan dengan berdiri, berjalan kaki sebentar, atau melakukan peregangan di sela-sela aktivitas.

Jangan hanya mengandalkan olahraga singkat sebagai satu-satunya aktivitas fisik harian.

4. Terbiasa Tidur Hanya Lima Jam

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat mengganggu metabolisme.

Kebiasaan tidur terlalu singkat dapat memengaruhi pengaturan nafsu makan, kadar gula darah, dan keseimbangan energi tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit perlemakan hati.

Meski satu malam kurang tidur tidak langsung menyebabkan kerusakan hati, kebiasaan kurang istirahat yang berlangsung terus-menerus patut diwaspadai.

Bagi kebanyakan orang dewasa, tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam dapat membantu menjaga kesehatan dan mendukung fungsi metabolisme tubuh.

5. Merasa Aman karena Berat Badan Normal

Memiliki tubuh ramping atau berat badan ideal bukan jaminan hati terbebas dari penumpukan lemak.

Sebagian orang, termasuk kelompok Asia Selatan, dapat memiliki penumpukan lemak di sekitar organ dalam meskipun indeks massa tubuh (IMT) masih berada dalam kategori normal.

Lemak viseral tersebut berkaitan dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko gangguan metabolisme. Karena itu, kesehatan tubuh tidak cukup dinilai hanya dari angka timbangan.

Ukuran lingkar pinggang, kadar gula darah, profil lemak darah, dan indikator kesehatan lainnya juga perlu diperhatikan.

Dr. Agarwal mengingatkan bahwa perlemakan hati tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Artinya, seseorang bisa saja terlihat sehat, tetapi memiliki masalah metabolisme yang berkembang secara perlahan.

Baca Juga: Masuk Usia 30-an, Waspadai Fatty Liver yang Bisa Datang Tanpa Gejala