Banyak orang mengenal Inggris sebagai negara yang menjajah Amerika Serikat sebelum merdeka pada 1776. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah, karena Inggris menjadi kekuatan kolonial yang mendirikan 13 koloni di Pantai Timur yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Amerika Serikat.

Namun, sejarah wilayah Amerika Serikat ternyata jauh lebih kompleks. Sebelum terbentuk sebagai negara modern, berbagai daerah yang kini masuk dalam peta Amerika Serikat pernah berada di bawah kekuasaan sejumlah negara lain, mulai dari Spanyol, Prancis, Belanda, Swedia, Rusia, hingga Meksiko.

Berikut daftar negara yang pernah menguasai wilayah yang kini menjadi bagian Amerika Serikat:

Baca Juga: 10 Negara yang Tidak Pernah Dijajah di Dunia

1. Inggris

Inggris merupakan kekuatan kolonial yang paling berpengaruh dalam sejarah awal Amerika Serikat. Negara ini mendirikan koloni permanen pertama di Jamestown, Virginia, pada 1607 dan terus memperluas wilayahnya hingga terbentuk 13 koloni di sepanjang Pantai Timur.

Koloni-koloni tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan pemerintahan kolonial Inggris di Amerika Utara. Kekuasaan Inggris berakhir setelah meletusnya Revolusi Amerika yang kemudian melahirkan kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 1776.

2. Prancis

Selain Inggris, Prancis juga pernah menguasai wilayah yang sangat luas di Amerika Utara melalui koloni New France. Kekuasaannya membentang dari Kanada hingga kawasan Lembah Sungai Mississippi dan Louisiana.

Berbeda dengan Inggris yang banyak membangun permukiman, Prancis lebih fokus pada perdagangan bulu binatang serta menjalin hubungan dengan berbagai suku asli di Amerika Utara.

Baca Juga: Daftar 10 Negara Paling Korup di Dunia

Pada 1803, wilayah Louisiana dijual oleh Napoleon Bonaparte kepada Amerika Serikat dalam kesepakatan yang dikenal sebagai Louisiana Purchase. Peristiwa ini hampir menggandakan luas wilayah Amerika Serikat saat itu.

3. Spanyol

Spanyol menjadi salah satu bangsa Eropa pertama yang menjelajahi sekaligus mendirikan pemukiman di wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat. Salah satu buktinya adalah berdirinya St. Augustine di Florida pada 1565 yang hingga kini dikenal sebagai permukiman Eropa tertua yang terus dihuni di Amerika Serikat.

Wilayah kekuasaan Spanyol meliputi Florida, Texas, California, New Mexico, Arizona, hingga sebagian Nevada. Seiring berjalannya waktu, wilayah-wilayah tersebut berpindah ke tangan Amerika Serikat melalui berbagai perjanjian dan peperangan pada abad ke-19.

4. Belanda

Belanda juga pernah memiliki koloni di Amerika Utara yang dikenal sebagai New Netherland. Wilayah ini mencakup kawasan yang sekarang menjadi New York, New Jersey, Connecticut, dan Delaware.

Pusat pemerintahan koloni tersebut berada di New Amsterdam yang berdiri di Pulau Manhattan. Pada 1664, Inggris merebut wilayah tersebut tanpa perlawanan besar dan kemudian mengganti nama New Amsterdam menjadi New York.

Baca Juga: Daftar 10 Negara Paling Bersih dari Korupsi di Dunia

5. Swedia

Meski tidak selama negara Eropa lainnya, Swedia juga pernah mendirikan koloni di Amerika Utara bernama New Sweden pada 1638.

Koloni ini berada di sepanjang Sungai Delaware yang kini meliputi sebagian wilayah Delaware, New Jersey, dan Pennsylvania. Namun, masa kekuasaan Swedia berlangsung singkat karena ditaklukkan Belanda pada 1655 sebelum akhirnya wilayah tersebut dikuasai Inggris.

6. Rusia

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Alaska pernah menjadi wilayah Kekaisaran Rusia. Daerah ini dimanfaatkan Rusia sebagai pusat perdagangan bulu hewan yang bernilai tinggi.

Namun, tingginya biaya mempertahankan wilayah tersebut serta kekhawatiran akan konflik dengan Inggris membuat Rusia memutuskan menjual Alaska kepada Amerika Serikat pada 1867 dengan nilai sekitar 7,2 juta dolar AS.

7. Meksiko

Setelah merdeka dari Spanyol pada 1821, Meksiko mewarisi wilayah yang sangat luas di Amerika Utara, termasuk Texas, California, Utah, Nevada, Arizona, dan New Mexico yang kini menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Wilayah tersebut kemudian berpindah ke tangan Amerika Serikat setelah Texas memisahkan diri dan berakhirnya Perang Amerika–Meksiko pada 1848.

Meski beberapa negara pernah menguasai berbagai wilayah di Amerika Utara, Inggris tetap dianggap sebagai kekuatan kolonial yang paling berpengaruh terhadap lahirnya Amerika Serikat.

Hal ini karena 13 koloni Inggris menjadi fondasi berdirinya negara tersebut setelah berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada 4 Juli 1776.

Sementara itu, wilayah lain yang sebelumnya dikuasai Prancis, Spanyol, Rusia, maupun Meksiko baru bergabung dengan Amerika Serikat melalui pembelian, perjanjian, atau hasil peperangan pada periode berikutnya.

Sejarah ini menunjukkan bahwa pembentukan wilayah Amerika Serikat modern berlangsung secara bertahap dan melibatkan berbagai kekuatan kolonial yang pernah berkuasa di Amerika Utara.