Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir mengatakan kebiasaan berbagi kepada sesama harus dibiasakan sejak dini. Dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan maka kita menyuntikan semangat hidup kepada mereka.

Bagi Tahir, berbagi tak melulu soal memberi uang, kendati materi menjadi salah satu faktor penting.

Baca Juga: Dari Bos Apple hingga Dato Tahir, Ini Deretan Konglomerat yang Terbiasa Bangun Pagi

Pria yang sudah wara wiri di majalah Forbes sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia itu mengatakan berbagi bisa dilakukan lewat berbagai cara, misalnya mengunjungi dan menghibur mereka yang sedang didera penderitaan. 

“Berbagi itu menurut saya selalu menjadi satu berkah. Hanya masalah kalau kita bicara berbagi, tidak seluruhnya harus berupa uang. Misalnya kehadiran kita mungkin bisa (menjadi) suka cita kepada orang lain. Waktu kita kunjungi orang. Mungkin kita memberikan satu greeting itu juga memberikan hiburan kepada orang yang lagi susah,” kata Tahir kepada Olenka.id ditulis Senin (16/2/2026).

Kebiasaan berbagi memang sudah dilakukan keluarga Tahir jauh sebelum mereka menjadi keluarga taipan terkemuka di Indonesia. Setelah sukses membangun kerajaan bisnisnya, kebiasaan itu terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan secara berkesinambungan.

Lewat Tahir Foundation, yayasan filantropi yang ia dirikan bertahun-tahun lalu, Tahir sudah membantu banyak orang dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui akses kesehatan, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.

“Untuk berbagi kepada orang yang lebih tidak beruntung dari saya. Saya pikir ini adalah suatu sikap yang baik,” ujarnya.

Bagi Tahir, berbagi itu bukan kehilangan, berbagi adalah mendapatkan. Filosofi itu sudah dipegang teguh sejak lama. Karenanya Tahir tak pernah neko-neko dalam beramal.

Baca Juga: Dato Sri Tahir: Yang Membedakan Manusia Bukan Status, tapi Konstitusi Diri

“Karena bagi saya ada bahasa Mandarin mengatakan berbagi itu adalah mendapatkan. Berbagi bukan hilang. kalau bahasa Inggrisnya to give is to gain.Waktu kita memberi sebenarnya kita mendapatkan sesuatu. Itu saya punya filosofi dan saya percaya kepada filosofi itu,” pungkasnya