Syailendra Capital, salah satu perusahaan manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia, menggandeng Privy, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke KOMIDGI, untuk memperkuat proses verifikasi identitas pengguna melalui penerbitan sertifikat elektronik pada salah satu layanan investasinya, yaitu aplikasi YO! Inves online reksa dana.

Implementasi ini berhasil memangkas waktu verifikasi menjadi tiga menit per pengguna. Sebab sebelumnya, proses verifikasi Syailendra Capital dilakukan secara manual melalui pencocokan data kependudukan pengguna ke Portal Dukcapil, seperti nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan tanggal lahir, sehingga membutuhkan waktu yang lebih panjang.

Baca Juga: Kenangan Brands Manfaatkan Solusi Privy untuk Kelola 20 Ribu Dokumen Tiap Tahun

Gunanta Afrima, Chief Operating Officer (COO) Syailendra Capital, mengatakan, percepatan onboarding menjadi kebutuhan strategis di tengah pertumbuhan investor ritel pasar modal yang sangat tinggi. Menurutnya, tantangan utama industri investasi digital saat ini bukan hanya menarik investor baru, melainkan memastikan setiap proses mulai dari registrasi hingga berinvestasi berjalan dengan mudah dan aman.

“Bagi kami, proses verifikasi identitas pengguna bukan sekadar tahapan administrasi, melainkan fondasi untuk membangun kepercayaan pengguna sejak interaksi pertama. Terlebih, pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia yang didominasi oleh kalangan muda juga perlu diimbangi dengan pengalaman registrasi yang lebih efisien, yang pada akhirnya penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam skala besar. Hal ini disebabkan pengalaman registrasi memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat keberhasilan onboarding calon pengguna, terutama bagi generasi muda yang terbiasa dengan layanan digital yang cepat dan sederhana,” ujar Gunanta dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, Gunanta menilai bahwa kolaborasi dengan penyedia digital trust seperti Privy merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kesiapan operasional di tengah pertumbuhan pasar modal Indonesia. “Kami melihat penguatan infrastruktur identitas digital sebagai investasi jangka panjang. Ketika proses verifikasi dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan aman, perusahaan memiliki fundamental yang kuat untuk meningkatkan kapasitas layanan, menjaga kepatuhan, serta menjangkau lebih banyak investor pasar modal secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Di saat yang bersamaan, Marshall Pribadi, Co-Founder & CEO Privy, mengatakan bahwa layanan investasi digital perlu didukung oleh infrastruktur kepercayaan digital atau digital trust yang kuat, salah satunya melalui proses verifikasi pengguna. "Semakin besar adopsi investasi digital termasuk pasar modal, semakin penting juga untuk memastikan bahwa setiap akun pengguna yang terdaftar betul-betul dapat dipertanggungjawabkan, terutama di tengah maraknya penyalahgunaan identitas dan pembukaan akun palsu. Sebagai PSrE yang berinduk ke KOMDIGI, Privy memiliki mandat untuk melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh melalui biometrik wajah dengan teknologi liveness detection yang tervalidasi dan terhubung dengan Dukcapil sehingga proses onboarding di platform pasar modal dapat berlangsung lebih aman dan tetap mudah bagi pengguna," ujarnya,

Selain itu, tegas Marshall, setiap identitas yang telah diverifikasi dan menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkanPrivy juga dilindungi dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pengguna maupun institusi terhadap risiko fraud atau penyalahgunaan sertifikat elektronik yang diterbitkan. Saat ini, Privy telah digunakan oleh lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi dan lebih dari 200.000 organisasi serta institusi di Indonesia. Kolaborasi antara Syailendra Capital dan Privy diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pasar modal yang semakin aman dan terpercaya, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi digital.