Peneliti survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa membagikan hasil surveinya terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung atau dipilih oleh DPRD.
Hasil survei tersebut mencatat mayoritas pemilih Presiden Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 lalu menolak pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Tercatat, sebanyak 67,1% pemilih Prabowo menyatakan kurang setuju hingga tidak setuju sama sekali terhadap wacana tersebut.
Sementara, 29,9% responden menyatakan setuju, dan 3% lainnya menjawab tidak tahu atau tidak memberikan pendapat.
Baca Juga: Ketua DPRD Klungkung Sahkan APBD 2026: Tekankan Efisiensi dan Pengawasan Pinjaman Daerah
Baca Juga: PDIP Geram! Parpol-Parpol Pendukung Pilkada Lewat DPRD Disuruh Baca Sejarah
"Pertanyaan yang kami ajukan adalah apakah responden setuju atau tidak setuju pilkada tidak langsung atau dipilih DPRD. Mayoritas pemilih Prabowo menolak wacana tersebut," ujarnya, seperti dikutip Kamis (8/1/2026).
Lanjutnya, ia mengatakan jika survei tersebut digelar melalui wawancara langsung menggunakan kusioner. "Kami menerjunkan langsung tim surveyor ke lapangan untuk melakukan wawancara tatap muka," bebernya.
Lebih lanjut, ia mengatakan penolakan pilkada langsung dipilih DPRD juga datang dari pasangan calon presiden lain. Tercatat sebanyak 60,9% pemilih Anies Baswedan menyatakan menolak, sedangkan 77,5% pemilih Ganjar Pranowo juga menolak wacana tersebut.
"Siapa pun pilihan capresnya, mayoritas pemilih menolak pilkada dilakukan lewat DPRD," tambahnya.
Sebagai informasi, survei LSI Denny JA ini dilakukan menggunakan metodologi multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang, yang dilaksanakan pada 19-20 Oktober 2025.