Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo dengan tegas dan keras menolak wacana yang digaungkan partai politik koalisi pemerintahan Prabowo Subianto terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRP.

Anak buah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini pun meminta para partai politik pendukung wacana tersebut untuk kembali membaca ulang sejarah. 

Baca Juga: Begini Isi Pujian Hasto PDIP untuk Pidato Prabowo di PBB

Baca Juga: Petinggi PDIP Tak Soalkan Eks Kadernya Berlabuh ke Partai Gajah

Baca Juga: 'Mungkin Karma Politik Jokowi dan Keluarga Dipecat PDIP'

Ia menegaskan jika Indonesia pernah menjalankan sistem Pilkada tertutup tersebut, dan kemudian diganti karena dinilai tidak demokratis

"Semua perdebatan dengan berbagai argumen dan plus minus masing-masing. Tinggal baca ulang risalah perdebatannya," katanya kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut, ia meminta semua parpol untuk saat ini fokus memberikan dukungan terhadap korban bencana di Sumatre ketimbang memperdebatkan usulan tersebut.

Bahkan, dirinya enggan berkomentar terkait aksi PDIP akan menggugat pemilihan kepala daerah melalui DPRD bila wacana tersebut disahkan menjadi Undang-Undang.

"Seandainya mereka setuju usul saya maka soal bencana akan menjadi prioritas dan insyaallah akan banyak dukungan dari rakyat," tambahnya.

Diketahui, Partai Gerindra, Golkar, PKB dan PAN mendukung wacana pilkada melalui DPRD, seperti masa Orde Baru.