Menariknya, para peneliti memperkirakan peningkatan kerja jarak jauh dapat menjelaskan sekitar sepertiga dari kenaikan isolasi dan tekanan mental ketika periode 2011–2019 dibandingkan dengan 2022–2024. Namun, angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan pendekatan penelitian pada populasi pekerja Amerika, bukan berarti kerja dari rumah menjadi satu-satunya penyebab memburuknya kesehatan mental.
Hal ini penting karena bekerja dari rumah tidak otomatis berarti seseorang mengalami isolasi sosial atau gangguan kesehatan mental. Seseorang yang bekerja dari rumah masih dapat bertemu keluarga, pasangan, teman, atau mengikuti berbagai aktivitas sosial di luar jam kerja.
Namun, bagi orang yang tinggal sendirian, tempat kerja bisa menjadi salah satu ruang penting untuk mendapatkan interaksi tatap muka secara rutin. Ketika aktivitas tersebut berpindah ke rumah, interaksi spontan yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian ikut berkurang.
Percakapan selama lima menit di sela pekerjaan mungkin terlihat sepele. Begitu pula sapaan singkat dari rekan kerja, makan siang bersama, atau obrolan sebelum rapat. Namun, jika interaksi kecil tersebut hilang setiap hari, akumulasinya dapat mengubah seberapa sering seseorang berinteraksi dengan orang lain sepanjang hari.
Meski demikian, temuan penelitian ini bukan berarti bekerja dari rumah selalu berdampak buruk atau pekerja harus kembali bekerja penuh waktu di kantor.
Para peneliti justru menunjukkan adanya tantangan yang perlu diperhatikan dalam pengaturan kerja jarak jauh, yakni bagaimana mempertahankan hubungan sosial ketika interaksi dengan rekan kerja tidak lagi menjadi bagian otomatis dari rutinitas sehari-hari.
Nah Growthmates, kerja dari rumah tetap menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari fleksibilitas hingga berkurangnya waktu perjalanan. Karena itu, persoalannya mungkin bukan semata-mata memilih antara bekerja di rumah atau di kantor, melainkan bagaimana memastikan fleksibilitas tersebut tetap berjalan beriringan dengan kebutuhan manusia untuk terhubung dan berinteraksi dengan orang lain.
Dengan kata lain, tantangan terbesar dari bekerja dari rumah mungkin bukan meja kerja yang berpindah dari kantor ke rumah, melainkan bagaimana memastikan seseorang tidak ikut kehilangan koneksi sosial yang sebelumnya hadir secara alami di tempat kerja.
Baca Juga: 5 Negara dengan Alam Terindah yang Diyakini Mampu Memulihkan Kesehatan Mental