9 Pekerjaan Paling Bertekanan Tinggi di Tahun 2026

Dan, berdasarkan ketujuh faktor tersebut, Welltory Research merilis daftar 9 sektor pekerjaan dengan skor stres tertinggi:

  1. Rekreasi dan Perhotelan – skor stres 66
  2. Layanan Profesional dan Bisnis – skor stres 56
  3. Transportasi dan Pergudangan – skor stres 53
  4. Pertambangan dan Penebangan Kayu – skor stres 50
  5. Pendidikan dan Layanan Kesehatan – skor stres 46
  6. Informasi – skor stres 43
  7. Konstruksi – skor stres 43
  8. Perdagangan Ritel – skor stres 43
  9. Utilitas – skor stres 43

Menariknya, sektor-sektor ini sangat beragam, mulai dari layanan publik hingga industri fisik berat, yang menunjukkan bahwa stres tidak hanya muncul dari satu jenis pekerjaan saja.

Menurut Dr. Anna Elitzur, pakar kesehatan mental di Welltory, temuan ini mengungkap akar masalah yang lebih dalam.

“Data ini menunjukkan bahwa stres di tempat kerja lebih banyak didorong oleh bagaimana pekerjaan dirancang, bukan semata-mata oleh jenis pekerjaannya,” tutur Dr. Elitzur, seperti dikutip Forbes.

“Jam kerja panjang, kekurangan staf, risiko cedera, dan tekanan finansial semuanya menunjuk pada satu masalah utama, yaitu ketidakseimbangan antara tuntutan kerja dan pemulihan," tambahnya.

Ia mengatakan bahwa otak manusia tidak membedakan sumber stres, baik itu bahaya fisik, kekhawatiran finansial, maupun banjir informasi.

“Bagi tubuh, semuanya diperlakukan sama, kortisol meningkat, detak jantung lebih cepat, dan kelelahan terus menumpuk," ujarnya.

Jika kondisi ini terjadi secara luas dan berkelanjutan, dampaknya meluas jauh melampaui individu. Stres berubah menjadi masalah sistemik, yang tercermin dalam tingginya tingkat pergantian karyawan, turunnya produktivitas, serta tenaga kerja yang semakin rentan dan kurang adaptif.

Nah Growthmates, penelitian Welltory ini menjadi pengingat kuat bagi perusahaan dan organisasi, yakni keseimbangan kehidupan kerja dan kesehatan mental karyawan bukan lagi opsi tambahan, melainkan kebutuhan strategis.

Dalam jangka panjang, kinerja berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras seseorang bekerja, tetapi oleh seberapa baik ia mampu pulih.

Tahun 2026 tampaknya akan menjadi titik penting bagi dunia kerja untuk beralih dari budaya 'kerja tanpa henti' menuju sistem yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kerja Tanpa Burnout, Inilah 5 Negara dengan Work–Life Balance Terbaik