Arifin Panigoro merupakan pebisnis andal asal Indonesia yang sukses membangun perusahaannya bernama Medco Group. Berkat kepiawaiannya dalam bisnis migas, pria kelahiran 14 Maret 1945 tersebut sampai mendapat julukan ‘Raja Minyak’. Dia merupakan lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1973.
Pendirian Medco Group
Perjalanan Arifin membangun Medco Group dimulai saat ia mendirikan perusahaan bernama Meta Epsi Pribumi Drilling Company (Medco) pada 9 Juni 1980. Kala itu, tekad Arifin untuk masuk ke dalam bisnis jasa pengeboran yang masih didominasi oleh perusahaan asing mendapat dukungan pemerintah. Berawal sebagai perusahaan jasa pemboran, Medco berhasil menggaet sejumlah perusahaan besar sebagai kliennya, seperti Mobil Oil, Arco, Huffco Indonesia, Total E&P Indonesia, dan juga PT Pertamini.
Baca Juga: Mengenang Mendiang Arifin Panigoro Raja Minyak yang Taat Pajak
Seiring berjalannya waktu, Arifin Panigoro ingin mengembangkan Medco dari jasa pemboran menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi migas. Alhasil, perusahaan tersebut mulai mengakuisisi PT Tesoro Indonesia Petroleum Corporation (TIPCO) di Sanga-sanga dan Tarakan, Kalimantan Timur di tahun 1992. Langkah ini ternyata mampu mengubah Medco dari perusahaan jasa pemboran menjadi perusahaan energi.
Perjalanan Medco Group
Tahun 1994, Medco mencatatkan sahamnya di pasar bursa Tanah Air. Setahun setelahnya, perusahaan berhasil mengakuisisi Stanvac. Keberhasilan akuisisi Stanvac oleh Medco menjadikan perusahaan minyak tertua di Indonesia itu tak lagi dikuasai asing; semua sahamnya menjadi milik Medco.
Berlanjut di tahun 1996, Medco menemukan lapangan minyak terbesar di Kaji dan Semoga, Blok Rimau Sumatera Selatan. Semenjak itu, portofolionya semakin bertambah, seperti Blok Simenggaris, Western Madura, dan Senoro-Toili pada 2000; akuisisi 25 persen Blok Tuban pada 2002; perjanjian pasok gas dengan PLN pada 2003; ekspansi usaha di luar negeri lewat kontrak EPSA IV untuk area 47, Libya pada 2005; dan lain sebagainya.
Kini, Medco Group terus berkembang dengan kepemimpinan Hilmi Panigoro. Sang adik melanjutkan estafet kepemimpinan Arifin Panigoro yang meninggal dunia di Amerika Serikat pada Minggu, 27 Februari 2022, waktu setempat.