Growthmates, banyak orang mengira tanda-tanda penuaan kulit baru muncul ketika memasuki usia 30 atau bahkan 40 tahun.

Namun, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, mengungkapkan bahwa proses penuaan kulit sebenarnya sudah dimulai sejak usia 25 tahun.

Menurutnya, setelah memasuki usia tersebut, kemampuan alami kulit untuk melakukan perbaikan atau skin repair mulai mengalami penurunan. Padahal, mekanisme inilah yang berperan penting dalam menjaga kulit tetap sehat, kenyal, dan tampak awet muda.

“Skin aging mulai umur 25 tahun. Myth atau fact? Fact! Yang sering orang lupa, kunci utama kulit youthful itu ada di kemampuan skin repair,” terang dr. Nadhira, dikutip dari laman Instagram pribadinya @nadhiraafifa, Jumat (7/8/2026).

dr. Nadhira memaparkan, proses penuaan kulit dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga perawatan kulit yang digunakan setiap hari.

Karenanya, kata dia, konsumsi makanan kaya antioksidan, protein, dan asam lemak omega-3 memang dapat membantu meningkatkan kemampuan kulit dalam memperbaiki dirinya.

Namun, penggunaan produk perawatan kulit dengan kandungan yang tepat juga memiliki peran penting.

Baca Juga: Ingin Punya Glass Skin ala Korea? Terapkan 5 Kebiasaan Harian Ini

Salah satu mekanisme yang menjadi perhatian dalam dunia repair science adalah keberadaan Nrf2, yang dikenal sebagai master regulator dalam proses perbaikan kulit.

Adapun, molekul ini berfungsi membantu memperbaiki kerusakan sel sekaligus melindungi kulit dari penuaan dini.

Menurut dr. Nadhira, salah satu bahan aktif yang diketahui mampu mengaktifkan Nrf2 adalah Beta Glucan-CM.

Kandungan tersebut dikenal dapat mempercepat proses regenerasi jaringan sekaligus memperkuat sistem pertahanan alami kulit.

“Jadi menarik banget waktu aku baca tentang NRF2 & Beta Glucan-CM yang bisa membantu mengaktifkan mekanisme repair kulit,” kata dr. Nadhira.

Lebih lanjut, dr. Nadhira mengingatkan bahwa penuaan merupakan proses biologis yang kompleks sehingga tidak bisa dicegah hanya dengan satu cara.

Menjaga kualitas tidur, menerapkan pola makan bergizi, serta memilih produk perawatan kulit yang mendukung proses skin repair menjadi kombinasi yang penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

“If skin repair is the key to youthful skin, maybe it’s time we start paying attention to what’s inside our skincare,” tutup dr. Nadhira.

Baca Juga: Kulit Sehat Tak Perlu Banyak Skincare, Dermatolog Ungkap Rahasianya