Growthmates, banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak produk skincare yang digunakan, semakin sehat pula kondisi kulit.

Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar. Menurut dokter spesialis kulit, menjaga kesehatan kulit justru lebih mengutamakan konsistensi dalam perawatan dibandingkan menumpuk berbagai produk.

Dermatolog, dr. Stanley Setiawan, Sp.DVE., FINSDV, FAADV, menegaskan bahwa kulit merupakan organ hidup yang membutuhkan perawatan secara rutin, sama seperti organ tubuh lainnya.

"Kulit itu kan sebenarnya organ hidup, sama seperti rambut, sama seperti gigi, dan lainnya yang memerlukan perawatan secara teratur dan berkala. Jadi saya tidak setuju dengan anggapan ketergantungan, karena organ hidup memang harus dijaga," ungkap dr. Stanley, dikutip dari podcast YouTube @roryasyari @room.4improvement, Selasa (7/7/2026).

Menurut dr. Stanley, perawatan kulit tidak harus rumit. Yang terpenting adalah menjalankan rutinitas dasar secara konsisten setiap hari, terutama pada malam hari ketika kulit memasuki fase regenerasi.

"Tiga komponen dasar itu yang perlu secara konsisten dilakukan," jelasnya.

Dipaparkan dr. Stanley, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah menggunakan sabun mandi untuk mencuci wajah.

Padahal, produk yang diformulasikan untuk tubuh memiliki tingkat keasaman (pH) yang berbeda dengan kebutuhan kulit wajah.

"Kalau sabun mandi, pH-nya berbeda. Sabun yang dipakai di badan tidak serta-merta bisa dipakai di wajah karena pH-nya berbeda," kata dr. Stanley.

Perbedaan pH tersebut dapat membuat skin barrier wajah terganggu, sehingga kulit lebih mudah menjadi kering, iritasi, atau bahkan memicu masalah kulit lainnya apabila dilakukan terus-menerus.

Baca Juga: Skincare Educator: Kulit Sehat Lebih Penting daripada Sekadar Glowing