Lebih jauh, Vidjongtius menilai, proses tersebut membuat pengembangan karier menjadi lebih terukur.
Menurutnya, perusahaan tidak sekadar menentukan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, tetapi terlebih dahulu memastikan bahwa individu tersebut telah melalui tahapan yang diperlukan.
“Otomatis ini sistem mensortir. Dia akan mengkerucut. Base of the base-nya akan bergerak,” kata Vidjongtius.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterkaitan antara sistem, tata kelola atau governance, serta pengembangan manusia dalam sebuah organisasi.
Ketika ketiganya berjalan dengan baik, perusahaan dapat membangun jenjang kepemimpinan yang diisi oleh orang-orang yang memiliki kualitas dan kompetensi sesuai kebutuhan.
“Kalau kita comply tadi governance, tata kelolaannya bagus, sistemnya berjalan, meski proses tadi mensortir manusia-manusia yang berkualitas, secara otomatis dia akan terjadi. Yang tidak sejalan, akan tersortir. Tidak bisa ikut ke dalam jajaran-jajaran yang lebih tinggi,” tutur Vidjongtius.
Karena itu, menurutnya, keberadaan sistem yang kuat merupakan kebutuhan penting bagi setiap perusahaan atau organisasi.
Sistem tidak hanya berfungsi sebagai aturan kerja, tetapi juga menjadi fondasi untuk membentuk manusia, mengembangkan kompetensi, sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinan di dalam organisasi.
“Jadi saya akan memang merasa bahwa memang sistem dalam perusahaan ini sangat dibutuhkan,” pungkasnya.
Baca Juga: Mengenal Vidjongtius, Sosok Penting di Balik Misi Penyelamatan Kalbe Farma Saat Krisis 1998