Pegiat Media Sosial, Chusnul Chotimah menyentil keras Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebutnya mendadak hilang saat masyarakat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda musibah bencana gempa bumi padahal Jokowi baru saja menerima gelar Raja Timor saat blusukan ke NTT bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beberapa waktu lalu.

Anehnya kata Chusnul, loyalis Jokowi mengklaim masyarakat NTT tetap mencintai Jokowi. Namun mereka mendadak marah besar ketika disinggung kapan Jokowi terjun langsung menemui masyarakat NTT yang terdampak musibah sebagaimana yang dilakukan sejumlah kader PDI-Perjuangan seperti Ganjar Pranowo hingga Tri Rismaharini

Baca Juga: Lebih Banyak Puji Prabowo Ketimbang Doakan Warga NTT yang Tertimpa Musibah, Doa Menag Nasaruddin Umar Lebih Politis dari Politisi

“Mereka yang klaim Jokowi sangat dicintai di NTT makanya dapat gelar dari para raja Saya tanya lagi, kok Jokowi belum ke sana? Apa Jokowi raja yang ga peduli rakyatnya? Mereka tambah ngamuk. Serba salah,” kata Chusnul dilansir Rabu (19/8/2026).

‘Termul itu lucu dan gemesin. Mereka yang klaim Jokowi paling peduli NTT,” tambahnya.

Kader PDI Terjun Langsung ke Lokasi Gempa Flores

Risma dan Ganjar ke NTT pada Minggu (16/8/2026) sore. Mereka tiba di Labuan Bajo bersama rombongan DPP PDIP.

Rombongan tersebut terdiri dari Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini, Ketua DPP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, serta Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning.

Baca Juga: Yang Ngespil Bukan Orang Sembarangan, Raja Juli Bakal Didepak Diganti Budi Arie, Rencana Besar Jokowi Disorot Tajam!

Dikutip dari website resmi PDIP, mereka membawa kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Bantuan tersebut antara lain beras, minyak goreng, mi instan, telur, biskuit, air mineral, terpal, serta kebutuhan untuk anak-anak dan perempuan.

Tim dokter dan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan turut dibawa untuk mendukung penanganan warga terdampak.