Bisnis mobile coffee cart Sejuta Jiwa mulai menunjukkan kontribusi signifikan terhadap portofolio Janji Jiwa. Dalam sekitar dua tahun pengembangannya, lini bisnis tersebut kini menyumbang sekitar 10–20 persen terhadap portofolio perusahaan.

CEO Janji Jiwa Billy Kurniawan mengatakan, Sejuta Jiwa masih tergolong sebagai lini bisnis baru. Karena itu, perusahaan masih terus mempelajari karakteristik sekaligus tantangan di industri mobile coffee cart.

“Untuk Sejuta Jiwa, kita bisa dibilang itu masih bisnis yang baru. Dengan 1.000 coordinator kita itu, sekarang mungkin kontribusinya sekitar 10–20 persen dari portofolio kita,” ujar Billy kepada Olenka, Rabu (23/09/2026).

Baca Juga: 8 Artis Indonesia yang Punya Bisnis Kedai Kopi, Ada yang Sudah Punya Ratusan Gerai

Meski masih dalam tahap pengembangan, Billy melihat model mobile coffee cart memiliki keselarasan dengan bisnis utama Janji Jiwa, terutama dalam menghadirkan kopi dengan harga yang terjangkau.

Bedanya, model tersebut memungkinkan produk menjangkau konsumen dengan akses yang lebih luas.

“Kita tetap mengajarkan affordable coffee, tapi dengan aksesibilitas yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Didukung Teknologi Jiwa Plus

Untuk memperluas jangkauan sekaligus mendukung operasional, Sejuta Jiwa juga memanfaatkan teknologi yang tersedia dalam ekosistem Jiwa Plus.

Menurut Billy, teknologi tersebut memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan pemesanan. Di sisi lain, sistem yang sama juga membantu para rider mendapatkan pesanan.

“Di mana kita memberikan kemudahan untuk orang memesan, atau juga untuk memudahkan rider kita untuk mendapatkan orderan,” ujar Billy.

Model bisnis Sejuta Jiwa juga mengandalkan kemitraan dengan para rider. Bagi Janji Jiwa, skema tersebut bukan hanya berkaitan dengan ekspansi bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja baru.

Dalam waktu sekitar dua tahun, Sejuta Jiwa disebut telah membuka sekitar 1.000 lapangan kerja.

Baca Juga: Janji Jiwa Rilis Summer Series Bareng RACH?, Berry Brew dan Creamy Berry Pop Terinspirasi Dua Sisi Sang Musisi

Billy mengatakan, penciptaan lapangan kerja tersebut menjadi salah satu motivasi perusahaan untuk terus mengembangkan bisnis Sejuta Jiwa, di samping kontribusinya terhadap kinerja Janji Jiwa.

“Dalam dua tahun kita sudah bisa (membuka) 1.000 lapangan kerja. Ini merupakan satu motivasi lain juga, selain dari proporsi kontribusi terhadap seluruh performance, tapi kita juga membuka lapangan pekerjaan yang baru,” tuturnya.

Perluas Akses Kopi

Menurut Billy, tantangan bisnis mobile coffee cart memang berbeda dibandingkan bisnis kedai kopi. Namun, model tersebut menawarkan peluang untuk membawa konsep affordable coffee ke lebih banyak titik dan konsumen.

Dengan dukungan teknologi dan model kemitraan, Sejuta Jiwa menjadi salah satu cara Janji Jiwa memperluas akses terhadap produk kopi sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Bagi perusahaan, kontribusi 10–20 persen terhadap portofolio menunjukkan bahwa bisnis mobile coffee cart mulai memiliki peran dalam keseluruhan ekosistem bisnis Janji Jiwa.

Di saat yang sama, Billy menilai perjalanan Sejuta Jiwa masih berada dalam tahap pembelajaran. Perusahaan masih akan terus melihat perkembangan industri dan mencari model yang paling sesuai untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Dengan kombinasi aksesibilitas, teknologi, dan kemitraan, Sejuta Jiwa kini menjadi bagian dari strategi Janji Jiwa untuk memperluas jangkauan bisnis kopi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.