Meningkatnya durasi penggunaan gawai pada anak menjadi perhatian banyak orang tua. Di tengah aktivitas digital yang semakin mendominasi keseharian, tak sedikit keluarga mulai mencari cara agar anak lebih banyak berinteraksi dengan alam, mengenal budaya baru, sekaligus menghabiskan waktu berkualitas bersama orang tua.
Fenomena tersebut melahirkan berbagai pendekatan pembelajaran di luar ruang kelas. Salah satunya melalui konsep travel education, yakni menggabungkan aktivitas perjalanan dengan pengalaman belajar secara langsung.
Perusahaan travel education dan creative arts asal Singapura, Gosh! Kids, menjadi salah satu penyedia program yang mengusung konsep tersebut. Bagi Gosh! Kids, perjalanan bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, empati, serta memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
Baca Juga: Bukan Hanya Batasi Screen Time, Ini Dilema Baru yang Dihadapi Orang Tua di Era Digital
Konsep ini berawal dari pengalaman pendirinya, Mathieu Beth Tan dan Gladys Soh, saat memutuskan tinggal di Jepang selama satu tahun pada 2022 bersama putra mereka yang masih berusia enam bulan.
Selama tinggal di negara tersebut, mereka melihat secara langsung bagaimana anak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki bahasa dan budaya berbeda, serta berkembang melalui pengalaman sehari-hari.
"Pengalaman tinggal di lingkungan yang benar-benar baru membuat kami menyadari bahwa anak-anak memiliki kemampuan luar biasa untuk belajar ketika mereka diberi kesempatan mengalami dunia secara langsung. Dari situlah kami mulai memandang pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup sehari-hari," ujar Co-Founder Gosh! Kids, Mathieu Beth Tan, dalam keterangan yang diterima pada Minggu (19/07/2026).
Baca Juga: Screen Time Dibatasi, Apa yang Harus Dilakukan Anak? Ini Penjelasan Ahli
Berangkat dari pengalaman tersebut, Gosh! Kids mengembangkan berbagai program perjalanan edukatif di sejumlah negara Asia dengan empat pilar utama, yakni Nature Immersion, Creative Exploration, Cultural Exchange, dan Family Connection.
Melalui pilar Nature Immersion, peserta diajak mengeksplorasi hutan, pegunungan, hingga kawasan pertanian agar anak-anak dapat mengenal lingkungan secara langsung. Aktivitas di alam terbuka dinilai tidak hanya meningkatkan aktivitas fisik, tetapi juga membantu anak belajar beradaptasi, memecahkan masalah, serta membangun rasa percaya diri.
Selain itu, program Creative Exploration mengajak anak belajar langsung dari seniman, pengrajin, dan komunitas lokal. Anak tidak hanya mengamati proses berkarya, tetapi juga ikut menciptakan karya dan memahami nilai budaya yang melatarbelakanginya.
Setiap peserta juga dibekali kamera untuk mendokumentasikan pengalamannya selama perjalanan. Menurut Gosh! Kids, aktivitas fotografi dapat melatih kemampuan observasi, rasa ingin tahu, serta mendorong anak menceritakan pengalaman dari sudut pandangnya sendiri.
Baca Juga: Caitlin Halderman Akui Screen Time Tinggi Pengaruhi Kesehatan Kulit
"Ketika anak belajar melalui pengalaman langsung, mereka tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga mengembangkan rasa ingin tahu, empati, dan cara pandang yang lebih luas terhadap dunia di sekitarnya," kata Co-Founder Gosh! Kids, Gladys Soh.
Sementara melalui Cultural Exchange, keluarga diajak mengenal kehidupan masyarakat setempat secara lebih dekat. Orang tua dan anak berkesempatan berinteraksi dengan komunitas lokal, mencicipi kuliner khas, mempelajari tradisi, hingga memahami cara hidup masyarakat di berbagai negara.
Tak hanya berfokus pada anak, seluruh program juga dirancang agar orang tua terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Berbeda dengan konsep liburan keluarga pada umumnya, setiap aktivitas dilakukan bersama, mulai dari menjelajahi alam, mengikuti lokakarya kreatif, hingga sesi refleksi keluarga di akhir hari.
Melalui pilar Family Connection, peserta diajak menutup setiap perjalanan dengan berbagai aktivitas reflektif, seperti menulis gratitude journal, berbagi cerita, dan mendiskusikan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program. Pendekatan ini diharapkan dapat mempererat komunikasi sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara orang tua dan anak.
Selama tiga tahun terakhir, Gosh! Kids telah menyelenggarakan berbagai program travel education di Singapura, Jeju, Chiang Mai, Taipei, Okinawa, hingga Jawa Barat dengan melibatkan seniman lokal, sekolah, pendidik, dan komunitas setempat.
Ke depan, Gosh! Kids berharap semakin banyak keluarga memandang perjalanan bukan hanya sebagai agenda liburan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun karakter anak, memperluas wawasan, dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bersama keluarga.