SCG mengumumkan kinerja konsolidasi pada kuartal I 2026 dengan EBITDA tumbuh 17% (year-on-year) sebesar Rp8,3 triliun (472 juta USD). Perusahaan meraih laba sebesar Rp3,4 triliun (197 juta USD) dan total pendapatan dari penjualan sebesar Rp68,9 triliun (3.902 juta USD).

Thammasak Sethaudom, President and CEO SCG, mengungkapkan, “Di tengah tingginya volatilitas yang masih berlangsung, baik di kawasan Timur Tengah maupun perekonomian global, SCG tetap menjaga disiplin keuangan secara ketat dan mempercepat upaya untuk memperkuat daya saing seluruh bisnis agar tetap tangguh. SCG akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat dan proaktif beradaptasi di berbagai aspek guna menghadapi dinamika yang ada. Dengan posisi keuangan yang kuat dan kas yang memadai, SCG optimistis dapat menjaga pertumbuhan jangka panjang.”

Baca Juga: Primaya Hospital Group Catat Pertumbuhan Positif Hingga Kuartal I 2026, Perkuat Ekosistem Layanan Kesehatan Terintegrasi

Kinerja SCG di Indonesia

Pada kuartal I, SCG di Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan tertinggi di kawasan ASEAN, yaitu kenaikan 16% (year-on-year), sebesar Rp 5,05 triliun (285 juta USD), ditopang oleh peningkatan bisnis SCGC dengan kenaikan ekspor regional. Pencapaian ini membuat Indonesia menyumbang kontribusi penjualan terbesar di ASEAN sebesar 28%. Sementara itu, SCGP membukukan laba sebesar Rp835,84 miliar (47,56 juta USD), didorong oleh pemulihan operasional di Indonesia setelah peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya, serta pertumbuhan konsumsi domestik yang berlanjut di pasar ASEAN.

Pada saat yang sama, Jayamix by SCG berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Pasar Minggu dalam proyek perbaikan jalan menggunakan Rapid Setting Patching Concrete K-350, solusi inovatif yang memungkinkan beton mengeras hanya dalam waktu tiga jam. Kawasan Pasar Minggu merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kota penyangga seperti Depok dan Bogor. Solusi ini dinilai relevan untuk mempercepat renovasi infrastruktur, meminimalkan kemacetan akibat perbaikan jalan, serta mendukung keberlangsungan aktivitas bisnis secara berkelanjutan.

Kinerja Unit Bisnis SCG di Q1 2026

A. SCG CBM (Bisnis Semen dan Material Konstruksi)

Pendapatan SCG CBM pada kuartal I didukung oleh pertumbuhan pasar di kawasan ASEAN dan proyek pembangunan infrastruktur pemerintah.

SCG Cement & Green Solutions

SCG fokus pada penetrasi pasar domestik SCG Low Carbon Cement hingga lebih dari 80% di Thailand, didukung oleh ekspansi ekspor ke pasar internasional. Selain itu, SCG juga fokus pada produk High Value Added (HVA) meliputi CPAC Super Coastal Concrete, CPAC Extra Marine Concrete, dan CPAC Extra Saline Soil Resistance Concrete.

SCG Smart Living

SCG Smart Living dan SCG Distribution & Retail mencatat keuntungan lewat pertumbuhan Smart Value Product (SVP) yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli konsumen. SCG juga fokus mengembangkan produk HVA dengan fitur inovatif dan performa yang lebih baik, seperti SCG Comfort Pavement Tile untuk mengurangi panas pada permukaan jalan, SCG Heat Insulation Roofing System untuk membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah, serta SCG Celica Zera Ceramic Roof yang menawarkan nilai guna optimal dan mendapat respons positif dari pasar.

SCG Decor

SCG Decor fokus menjalankan strategi optimalisasi regional melalui ekspansi kapasitas produksi glazed porcelain tile di Vietnam dan Thailand, yang dipersiapkan sebagai manufacturing dan export hub regional, guna meningkatkan efisiensi, menekan biaya produksi, serta memperkuat daya saing terhadap produk impor.

B. SCGC (Bisnis Petrokimia)

Pendapatan SCGC pada kuartal I didorong oleh keuntungan revaluasi inventori, peningkatan margin petrokimia, dan pendapatan ekuitas yang lebih tinggi dari perusahaan afiliasi. Di tengah ketidakpastian pasokan bahan baku dari Timur Tengah, SCG turut melakukan berbagai penyesuaian strategi, mulai dari penggunaan bahan baku alternatif, optimasi pengelolaan bahan baku, hingga peningkatan efisiensi perencanaan produksi. Juga dengan mendorong persiapan peningkatan utilitas dan fleksibilitas proyek ethane feedstock di kompleks Long Son Petrochemicals (LSP) Vietnam.

C. SCGP (Bisnis Pengemasan)

Pendapatan SCGP pada kuartal I didorong oleh pemulihan operasional di Indonesia setelah peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya, serta pertumbuhan konsumsi domestik yang terus berlanjut di pasar ASEAN. Ke depan, SCGP berfokus meningkatkan proporsi pendapatan dari consumer packaging di ASEAN, serta meningkatkan efisiensi dan optimasi penggunaan energi saat produksi.