Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, dikabarkan masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pada saat yang bersamaan, nilai tukar rupiah melemah hingga nyaris menyentuh Rp17.000 per dolar AS pada Senin (17/1/2026).

Merespons hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, membantah bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen Wamenkeu Thomas masuk ke dalam BI.

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor, Menkeu Purbaya Pede: Engga Sulit Tembus 10.000 Tahun Ini

Menkeu Purbaya semula mengakui sebagian pihak meragukan independensi Thomas ketika menjabat Deputi Gubernur BI. Namun, ia meyakini bahwa hal tersebut hanya spekulasi. 

"Sebagian ada spekulasi ketika Thomas akan ke sana (BI), wow, orang spekulasi dia independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu," tegas Purbaya di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya yakin rupiah akan kembali menguat didukung oleh pondasi ekonomi yang terus dijaga oleh pemerintah. Penguatan pondasi ekonomi dilakukan pemerintah melalui beberapa cara, seperti pemerintah pusat beserta BI akan memastikan likuiditas sistem finansial mencukupi.

"Kami akan perbaiki semuanya, kami akan perbaiki sisi supply, demand, ekonomi investasi, kebijakan moneter, kebijakan fisikal, riil sektor, semuanya kami jalankan," tambah Purbaya.